Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla mengingatkan generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan dunia kerja global, termasuk memanfaatkan peluang karier di luar negeri.
Dalam pemaparannya, Dzulfikar menegaskan bahwa generasi muda harus memiliki tiga kemampuan utama agar mampu bersaing di dunia kerja global.
“Yang paling utama adalah kompetensi atau skill yang memang dibutuhkan oleh dunia kerja,” ujar Dzulfikar saat menjadi pembicara dalam Tabligh Akbar #2 Gema Kampus Ramadan 1447 H di Masjid Sudalmiyah Rais Kampus II Universitas Muhammadiyah Surakarta, Kamis (5/3/2026).
Selain kompetensi, ia juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing, terutama bagi anak muda yang ingin memanfaatkan peluang kerja di luar negeri.
“Kalau kita ingin mengisi ruang-ruang karier di luar negeri, maka kemampuan bahasa harus memadai,” jelasnya.
Menurut Dzulfikar, kemampuan lain yang tidak kalah penting adalah soft skill, seperti kemampuan beradaptasi dengan budaya baru, membangun komunikasi yang baik, serta menjaga integritas dalam lingkungan kerja.
“Jangan lelah untuk belajar, karena belajar yang akan membuka pintu-pintu masa depan,” terangnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Harun Joko Prayitno, mengajak mahasiswa menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas diri, baik secara spiritual maupun intelektual.
Menurutnya, Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan ibadah secara kuantitas, tetapi juga memperkuat kualitas ibadah dan kejernihan berpikir dalam menuntut ilmu.
“Ramadan kita jadikan momentum pembersih pikiran agar jernih dalam menuntut ilmu, sekaligus pensuci hati dan ikhtiar mengikhlaskan setiap amal ibadah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, salah satu mahasiswa UMS, Alfin Syaili Putra dari Program Studi Teknik Kimia, mendapatkan kesempatan mengikuti program kursus bahasa Jerman setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Mahasiswa asal Jambi berusia 22 tahun itu mengaku awalnya hanya datang untuk mengikuti kegiatan tabligh akbar sebagai bagian dari perkuliahan. Namun ia tidak menyangka mendapatkan peluang untuk mengembangkan diri hingga ke luar negeri.
“Awalnya saya hanya datang untuk mengikuti tabligh akbar saja. Setelah mendengar materi dari Pak Wakil Menteri, ternyata banyak kesempatan bagi pemuda Indonesia untuk berkarya di luar negeri. Alhamdulillah saya ditawari kesempatan kursus bahasa Jerman,” ungkapnya.
Alfin mengaku telah mempelajari bahasa Jerman sejak 2023. Meski sempat berhenti mengikuti kursus formal, ia tetap melanjutkan belajar secara mandiri melalui berbagai platform.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan karier sesuai bidang studinya di Jerman.
“Harapannya bisa meningkatkan kemampuan bahasa Jerman, dan kalau ada peluang kerja di sana sebagai teknik kimia tentu menjadi kesempatan besar bagi saya,” tutupnya. (Ahaf)
*Editor : Yoan Pramoga
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
