Hubungan Strategis Indonesia dengan Rusia Buka Peluang Baru bagi Pekerja Migran

Peluang baru penempatan pekerja migran Indonesia di Rusia pada sektor manufaktur dan galangan kapal, termasuk rencana seleksi langsung oleh perusahaan Rusia pada April mendatang. Selain itu, Kementerian P2MI telah menerima draf nota kesepahaman (MoU) sebagai payung kerja sama resmi, dengan kisaran gaji mencapai USD500–700 per bulan.
by Februari 27, 2026
1 min read
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani saat menggelar pertemuan secara daring bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Jose Antonio Morato Tavares, Kamis (26/2/2026). KP2MI/YOAN PRAMOGA

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, membahas peluang penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) di Rusia bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Jose Antonio Morato Tavares, Kamis (26/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung secara daring itu menghasilkan sejumlah peluang baru penempatan PMI, khususnya di sektor manufaktur dan galangan kapal.

“Bahkan pada April mendatang akan ada kunjungan perusahaan dari Rusia yang akan melakukan seleksi pekerja migran untuk sektor shipbuilding di Indonesia bersama P3MI,” ujar Christina.

Selama ini, penempatan WNI di Rusia didominasi sektor spa terapis. Dengan terbukanya peluang di sektor manufaktur dan galangan kapal, Rusia dinilai menjadi alternatif perluasan pasar penempatan PMI ke depan.

Langkah ini sejalan dengan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia yang merupakan mitra strategis serta telah memiliki kerja sama perdagangan bebas (free trade agreement).

Terkait penghasilan, kisaran gaji di Rusia mencapai USD500 hingga USD700 atau sekitar Rp11 juta per bulan, menyesuaikan dengan keterampilan pekerja migran.

Selain peluang kerja, Kementerian P2MI juga telah menerima draf nota kesepahaman (MoU) dari Russian Federal Service for Labour and Employment yang dapat menjadi payung hukum kerja sama penempatan PMI.

“Draft tersebut akan kami tindaklanjuti melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Wamen P2MI juga menerima informasi dari Atase Pertahanan KBRI Moskow agar masyarakat Indonesia berhati-hati terhadap iklan lowongan kerja bergaji besar yang menawarkan bergabung dengan perusahaan militer swasta (private military company).

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur tawaran kerja yang mengarah pada aktivitas berisiko tinggi. Pastikan melakukan verifikasi melalui Kementerian P2MI agar penempatan dilakukan secara aman dan prosedural,” tutupnya. (Ahaf)

*Editor : Yoan Pramoga
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Baca Juga