Upaya pencegahan anemia pada remaja putri mulai digencarkan di sekolah. Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya menargetkan 1.500 siswi SMP dan SMA sederajat menerima tablet tambah darah (TTD).
Distribusi dilakukan langsung ke sekolah-sekolah dengan melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas. Program ini difokuskan untuk menjaga kesehatan remaja putri sekaligus mendukung konsentrasi belajar dan kesehatan reproduksi sejak dini.
Pelaksanaan dimulai bertahap sejak Senin (9/3/2026). Pada hari pertama, tim dari Puskesmas Bukit Hindu menyalurkan TTD kepada sekitar 100 siswi di SMA Katolik Santo Paulus Palangka Raya.
Koordinator Program Kerja Pengabdian kepada Masyarakat (PKPM) Puskesmas Bukit Hindu, Sri Susanti, menjelaskan bahwa anemia masih menjadi masalah yang banyak dialami remaja putri.
“Anemia merupakan kondisi kurangnya sel darah merah atau hemoglobin dalam tubuh sehingga menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Gejalanya antara lain mudah lelah, pucat, dan pusing. Remaja putri sangat rentan mengalami kondisi ini, terutama karena kehilangan darah saat menstruasi,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Ia menambahkan, konsumsi tablet tambah darah secara rutin menjadi salah satu cara efektif untuk memenuhi kebutuhan zat besi dan mencegah anemia.
Program ini menyasar siswi kelas 7 hingga 9 tingkat SMP serta kelas 10 hingga 12 tingkat SMA. Secara keseluruhan, kegiatan akan menjangkau 14 sekolah dan ditargetkan selesai dalam waktu satu pekan.
Melalui langkah ini, Pemko Palangka Raya mendorong terbentuknya generasi muda yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi masa depan. (yn)
*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
