Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, memastikan harga bahan pokok di Kota Palangka Raya masih relatif stabil. Hasil pemantauan dan data terbaru menunjukkan sebagian besar komoditas pangan utama berada dalam kondisi terkendali, meski terdapat kenaikan tipis pada harga telur ayam ras.
“Secara umum komoditi bahan makanan di Kota Palangka Raya cenderung stabil. Memang ada kenaikan pada telur ayam ras, tetapi hanya sekitar 1 persen dan tidak signifikan,” ujar Zaini usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri secara daring di Ruang Command Center Kantor Wali Kota Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut Km 5,5, Senin (12/1/2026).
Berdasarkan data Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya di Pasar Besar, harga telur ayam ras tercatat naik dari Rp32.000 menjadi Rp32.400 per kilogram. Kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tidak berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.
Sementara itu, sejumlah komoditas pangan lainnya seperti beras medium, beras premium, gula pasir, daging ayam ras, serta minyak goreng terpantau tidak mengalami perubahan harga. Kondisi ini menunjukkan pasokan bahan pokok di tingkat pasar masih cukup stabil.
“Komoditas lain relatif tetap, bahkan beberapa jenis sayur-mayur seperti kacang panjang dan tahu justru menunjukkan kecenderungan harga turun,” katanya.
Zaini menambahkan, meskipun secara nasional terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, dampaknya tidak sepenuhnya dirasakan di Palangka Raya. Perbandingan dengan harga nasional menunjukkan fluktuasi di daerah ini masih tergolong rendah.
“Kalau dibandingkan dengan harga nasional, kenaikan telur ayam di Palangka Raya tidak terlalu besar. Cabai rawit juga masih berada di bawah harga rata-rata nasional,” tuturnya.
Menurut Zaini, stabilitas harga tersebut menjadi indikator bahwa inflasi di Kota Palangka Raya masih dalam kondisi terkendali. Hal ini didukung oleh ketersediaan pasokan bahan pokok serta indeks perkembangan harga yang tidak menunjukkan fluktuasi tajam.
“Pasokan masih aman dan indeks perkembangan harga tidak berfluktuasi tajam. Ini hasil dari upaya pengendalian yang terus dilakukan,” imbuhnya.
Untuk menjaga stabilitas tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya terus menggencarkan berbagai langkah pengendalian inflasi, mulai dari operasi pasar, gerakan pangan murah, hingga inspeksi mendadak ke pasar-pasar tradisional.
“Kami juga menjalin kerja sama dengan daerah penghasil. Jika ada komoditas yang berpotensi langka, Palangka Raya akan diprioritaskan pasokannya, seperti kerja sama dengan Kabupaten Nganjuk sebagai produsen bawang merah,” pungkasnya.
Pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok, lanjut Zaini, akan terus dilakukan secara berkala, terutama menjelang momen tertentu yang berpotensi memicu kenaikan harga. Dengan pengendalian inflasi yang konsisten dan koordinasi lintas daerah yang diperkuat, Pemkot Palangka Raya optimistis stabilitas harga dapat terus terjaga dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. (Ahaf/yn)
*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
