Kabut Asap Kembali Menguningkan Palangka Raya, ISPA Tembus 11 Ribu Kasus, Kualitas Udara Berbahaya

Data BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 1.512,7 µg/m³ pada Jumat (23/10/2026) pukul 10.00 WIB. Dinkes Palangka Raya sebelumnya mencatat lebih dari 11.000 kasus ISPA.
by Oktober 23, 2026
1 min read
kabut asap kota palangka raya 23 oktober 2026 |
Kabut asap pekat menyelimuti kawasan Bundaran Besar, Palangka Raya, Jumat (23/10/2026), membuat jarak pandang berkurang dan langit tampak kekuningan. Seorang pedagang tetap beraktivitas di tepi jalan di tengah berbahayanya kualitas udara akibat karhutla. YANDI NOVIA/PERSPEKTIFSPACE.

Langit Kota Palangka Raya kembali menguning akibat pekatnya kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jumat (23/10/2026). Data kualitas udara dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 1.512,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 10.00 WIB. Kualitas udara dilaporkan berada pada tingkat berbahaya.

Kondisi ini menjadi perhatian karena kabut asap dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama berkaitan dengan sistem pernapasan. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih pekat.

Di tengah kondisi tersebut, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Palangka Raya telah melampaui 11.000 kasus. Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, menyampaikan angka tersebut saat diwawancarai pada Kamis (22/10/2026), tetapi belum menyebutkan jumlah pastinya.

“Lebih dari 11.000,” ujar Riduan.

Riduan juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan warga yang membutuhkan pertolongan kesehatan. Laporan dapat disampaikan langsung kepada Dinas Kesehatan, melalui layanan darurat 112, atau lewat relawan di lapangan.

“Laporkan ke kami atau ke 112 atau melalui relawan-relawan kita,” tegasnya.

Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan keluhan kesehatan selama kabut asap menyelimuti kota. Jika mengalami gangguan pernapasan atau kondisi kesehatan memburuk, warga disarankan segera mencari pertolongan medis.

Sementara itu, pemantauan kualitas udara melalui informasi BMKG dan upaya penanganan karhutla perlu terus menjadi perhatian untuk mendukung keselamatan masyarakat di Kota Palangka Raya. (yn)

Go toTop

Baca Juga