Kabut Asap Lumpuhkan Penerbangan Bandara Tjilik Riwut, Semua Jadwal Batal

Pembatalan penerbangan berlangsung di tengah kabut asap yang membatasi jarak pandang. Pengelola bandara mengubah jam operasional dan tetap melayani penumpang yang ingin menjadwalkan ulang perjalanan.
by Oktober 23, 2026
1 min read
bandara tjilik riwut palangka raya 23 oktober 2026 |
Kondisi Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, yang diselimuti kabut asap, Jumat (23/10/2026). M.AKMAL.FIRDAUS/PERSPEKTIFSPACE.

Seluruh jadwal penerbangan domestik di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, batal pada Jumat (23/10/2026), akibat kabut asap yang membatasi jarak pandang. Kondisi ini mengganggu penerbangan kedatangan maupun keberangkatan dan berdampak pada perjalanan masyarakat yang menggunakan transportasi udara.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, membenarkan pembatalan penerbangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, gangguan tersebut berlangsung sekitar tujuh hingga 10 hari.

Baca juga: Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Sopir Taksi dan Porter Bandara Tjilik Riwut Terdampak

“Kalau cancel semua ini kurang lebih ya 7 sampai 10 harilah,” kata Made saat diwawancarai, Jumat (23/10/2026).

Ia menjelaskan, jarak pandang menjadi kendala utama bagi pesawat untuk melakukan pendaratan maupun keberangkatan. Pada kondisi normal, jarak pandang yang dibutuhkan berkisar antara 1.500 hingga 2.500 meter.

Namun, kondisi di Bandara Tjilik Riwut masih berada di bawah kisaran tersebut. Pada Kamis (22/10/2026), jarak pandang terus berubah dan sempat turun hingga 800 meter.

“Saat ini tadi di angka 900, itu pun fluktuatif. Terkadang ada jedanya naik ke 1.000, kemudian turun lagi 900. Nah, terakhir tadi ini di 800 meter,” ungkapnya.

Dalam kondisi tertentu, jarak pandang bahkan pernah memburuk hingga hanya 150 meter. Situasi tersebut membuat penerbangan sulit dilakukan karena keselamatan pesawat dan penumpang menjadi pertimbangan utama.

Meski seluruh jadwal penerbangan pada Jumat dibatalkan, pengelola bandara memastikan pelayanan kepada calon penumpang tetap berjalan. Petugas masih memberikan informasi dan membantu penumpang yang ingin mengubah jadwal maupun mengurus pembatalan tiket.

“Proses penumpang masih kita tetap layani. Ada yang me-reschedule, membatalkan, atau sekadar menanyakan terkait kondisi bandara udara, masih kita layani dengan baik,” jelas Made.

Sebagai langkah penyesuaian, pihak pengelola juga mengubah jam operasional bandara. Jika sebelumnya beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 17.30 WIB, kini jam operasional disesuaikan menjadi pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.

Penyesuaian tersebut dilakukan untuk memberikan peluang bagi maskapai mengatur ulang jadwal penerbangan apabila jarak pandang membaik, termasuk pada malam hari.

Made menegaskan, Bandara Tjilik Riwut tetap beroperasi dan belum berencana melakukan penutupan. Pelaksanaan penerbangan tetap bergantung pada kondisi jarak pandang serta pertimbangan keselamatan.

Calon penumpang diimbau terus memantau informasi dari maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. Perubahan jadwal masih mungkin terjadi mengikuti perkembangan kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya. (af)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Go toTop

Baca Juga