DPD Partai Golkar Kota Palangka Raya menggelar pendidikan politik bagi kader, Selasa (20/10/2026), setelah kegiatan pembagian masker gratis kepada masyarakat dalam rangka HUT ke-62 Partai Golkar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader agar mampu menjalankan peran organisasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Palangka Raya, H. Subandi, menekankan bahwa kaderisasi tidak cukup hanya berfokus pada penambahan jumlah anggota. Kader juga perlu dibekali pengetahuan, keterampilan, serta karakter yang kuat agar mampu menjalankan tanggung jawab organisasi dengan baik.
Baca juga: Golkar Palangka Raya Ziarah ke Makam Pahlawan Sanaman Lampang
“Kader yang kuat bukan hanya banyak jumlahnya, tetapi berkualitas, berintegritas, adaptif, dan dekat dengan masyarakat,” ujar Subandi, Selasa (20/10/2026).
Menurut Subandi, kemampuan yang perlu diperkuat melalui kaderisasi mencakup pemahaman ideologi dan organisasi, kepemimpinan, komunikasi publik, serta pemahaman kebijakan publik. Kader juga dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi digital dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab.
Pengembangan kapasitas tersebut perlu dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan, pengalaman langsung di lapangan, kegiatan sosial, serta pendampingan dari kader senior. Kaderisasi yang berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga kualitas organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi partai dalam pelayanan publik.
“Kaderisasi yang berkelanjutan adalah investasi bagi masa depan organisasi dan pelayanan publik,” tegasnya.
Baca juga: HUT ke-62 Partai, Pengurus Golkar Palangka Raya Turun ke Jalan Bagikan Masker Gratis
Materi berikutnya disampaikan Wakil Ketua I DPD Partai Golkar Kota Palangka Raya, Yandi Novia, dengan pembahasan bertajuk Politik, Media, dan Pemantapan Organisasi. Ia mengulas hubungan antara politik, media, dan organisasi politik dalam demokrasi modern, termasuk peran partai dalam menyalurkan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Yandi menjelaskan bahwa partai politik tidak hanya berorientasi pada upaya meraih kekuasaan melalui pemilu, tetapi juga memiliki fungsi pendidikan politik, rekrutmen pemimpin, penyaluran kepentingan masyarakat, pengendalian konflik, dan penyusunan kebijakan.
“Partai politik tidak cukup hanya berfokus pada upaya meraih kekuasaan melalui pemilu. Partai juga memiliki tanggung jawab dalam pendidikan politik, menyiapkan pemimpin, menyalurkan aspirasi masyarakat, dan ikut menyusun kebijakan,” ujar Yandi.
Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan kader memahami perkembangan media dan komunikasi digital.
Media berperan menyampaikan informasi, memberikan edukasi politik, membentuk opini publik, serta menjalankan fungsi pengawasan terhadap kekuasaan.
Di tengah perkembangan media sosial, penyebaran informasi berlangsung semakin cepat. Namun, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan berupa hoaks, disinformasi, polarisasi, dan penggunaan buzzer berbayar yang dapat memengaruhi ruang demokrasi.
“Kader partai perlu memiliki literasi media dan digital agar mampu menyikapi informasi secara kritis, melakukan cek fakta, serta berkomunikasi secara bertanggung jawab kepada masyarakat,” ujar Yandi mengenai tantangan media di era digital.
Melalui pendidikan politik tersebut, Golkar Palangka Raya diharapkan dapat memperkuat pemahaman kader mengenai fungsi partai, meningkatkan kualitas komunikasi publik, serta mendorong kader agar menjaga integritas dan lebih dekat dengan masyarakat. (af)
*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
