Lennia Guru PJOK SDN 1 Ketab Tekankan Pentingnya Pembentukan Karakter Melalui Olahraga di Momen Hari Guru Nasional 2025

Olahraga berperan besar dalam membentuk kepercayaan diri, ketekunan, serta keterampilan sosial siswa.
by November 26, 2025
1 min read
Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SD Negeri 1 Ketab, Kabupaten Barito Timur, Lennia Akrima, S.Pd.

Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 menjadi momen refleksi bagi para pendidik di seluruh Indonesia.

Hal tersebut juga dirasakan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SD Negeri 1 Ketab, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Lennia Akrima.

Bagi Lennia, guru PJOK memiliki peran strategis tidak hanya dalam mengajarkan teknik gerak, tetapi juga membentuk karakter dan nilai-nilai kehidupan melalui aktivitas olahraga.

“Hari Guru bagi saya sebagai pengajar PJOK adalah pengingat bahwa pembentukan karakter siswa di bidang olahraga sangat penting untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat jasmani dan rohani serta berkarakter,” ujarnya kepada redaksi Perspektif Space, Rabu (26/11/2025).

Lennia menegaskan bahwa pembelajaran PJOK tidak hanya berfokus pada kemampuan kognitif, tetapi turut mengembangkan psikomotorik dan mental siswa.

“Setiap arahan dan latihan kecil suatu saat akan berdampak bagi kehidupan mereka di masa mendatang,” katanya.

Ia menyebut olahraga berperan besar dalam membentuk kepercayaan diri, ketekunan, serta keterampilan sosial siswa.

Melalui aktivitas fisik, peserta didik belajar menghadapi tantangan, bekerja sama, dan memahami pentingnya usaha serta konsistensi.

“Dengan olahraga, siswa dapat meningkatkan kepercayaan diri, ketekunan, dan mengembangkan keterampilan sosial serta mental setiap individu,” jelas pendidik muda kelahiran Ketab, 15 September 2003 ini.

Dalam proses pembelajaran, Lennia selalu menekankan sportivitas, kedisiplinan, dan kejujuran kepada siswanya. Nilai-nilai tersebut diajarkan melalui latihan, permainan, hingga pertandingan yang dirancang untuk membangun karakter positif.

“Siswa diajarkan sportif, disiplin, dan jujur. Saat pemanasan, saat berpakaian, hingga praktik, aturan harus dipatuhi. Kejujuran tetap di atas segalanya. Tidak boleh curang, karena hasil bukan tujuan utama, tetapi sikap dan kejujuran itu sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, sikap jujur dan sportif yang dibangun sejak dini dapat menjadi bekal penting dalam kehidupan sehari-hari.

Lennia juga berharap sekolah dapat memberikan dukungan terbaik agar pembelajaran PJOK berjalan maksimal. Ia menyebut fasilitas olahraga yang memadai sangat diperlukan untuk mendukung praktik di lapangan.

“Semua guru pasti menginginkan fasilitas olahraga yang memadai untuk menunjang kegiatan praktik. Program olahraga seperti ekstrakurikuler, festival olahraga, hingga class meeting juga perlu mendapat perhatian lebih,” ungkap lulusan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya tersebut.

Ia mengajak seluruh guru di Indonesia untuk menyadari bahwa pendidikan karakter tidak hanya hadir melalui teori di kelas.

Aktivitas fisik, permainan sederhana, dan olahraga kompetitif, menurutnya, merupakan sarana nyata dalam menanamkan nilai kehidupan.

“Anak belajar jujur saat bermain jujur, belajar disiplin saat mematuhi aturan, belajar kerja sama dalam permainan tim, dan belajar empati ketika mendukung teman yang kalah,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, Lennia menyampaikan ajakan bagi para pendidik untuk terus menjadi inspirasi dan teladan bagi siswa di tengah berbagai tantangan yang ada.

“Kita mungkin tidak selalu mendapatkan sorotan, tetapi setiap hari kita menanamkan benih kebaikan yang kelak tumbuh menjadi masa depan bangsa. Semoga kita semua diberikan kesehatan, kesabaran, dan semangat untuk terus mendidik dengan hati,” ujarnya.

“Selamat Hari Guru Nasional 2025 untuk semua guru yang tetap berdiri teguh meski tantangan tak pernah berhenti,” tutupnya. (Ahaf)

*Editor : Yoan Pramoga
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Baca Juga