Palangka Raya Perkuat Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Kota Layak Anak

Mendorong agar tahun depan mulai dibahas Peraturan Daerah (Perda) tentang penyelenggaraan Kota Layak Anak sebagai landasan hukum dan arah kebijakan jangka panjang.
by Oktober 29, 2025
1 min read
Kepala Disdalduk KBP3A Kota Palangka Raya, dr. M. Fitriyanto Leksono.

Pemerintah Kota Palangka Raya di bawah kepemimpinan Wali Kota Fairid Naparin terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA).

Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Disdalduk KBP3A), Pemko memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan setiap hak anak terpenuhi dengan baik.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin melalui Kepala Disdalduk KBP3A Kota Palangka Raya, dr. M. Fitriyanto Leksono, menyampaikan pada kesempatan ini pihaknya menggelar pertemuan bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, lembaga pendidikan, media, serta unsur masyarakat, yang mana ini bertujuan untuk menyusun rencana aksi dan memastikan keterpaduan program dalam penyelenggaraan KLA.

“Pertemuan ini melibatkan seluruh OPD yang berperan langsung dalam pemenuhan hak anak. Mulai dari dinas sosial, pendidikan, kesehatan, hingga instansi lainnya. Semua memiliki kontribusi penting dalam mewujudkan Kota Layak Anak di Palangka Raya,”ucapnya, Rabu (29/10/2025).

Melalui diskusi teknis ini, ingin memastikan setiap indikator dipahami dan dapat diterapkan oleh OPD sesuai bidangnya. Selain itu, rencana aksi lima tahun ke depan juga disusun agar pelaksanaannya semakin terarah dan berkelanjutan.

“Karena itu, setiap kebijakan dan perencanaan pembangunan perlu memperhatikan aspek tumbuh kembang serta partisipasi anak secara aktif,” tambahnya.

Anak-anak merupakan aset penting masa depan kota. Karena itu, mendorong agar tahun depan mulai dibahas Peraturan Daerah (Perda) tentang penyelenggaraan Kota Layak Anak sebagai landasan hukum dan arah kebijakan jangka panjang.

“Program KLA turut berkontribusi dalam penurunan angka stunting di Kota Palangka Raya, karena salah satu indikatornya berkaitan langsung dengan kesehatan dan kesejahteraan anak.

“Upaya mewujudkan Kota Layak Anak juga berdampak positif terhadap penurunan stunting. Keduanya saling berkaitan untuk memastikan anak tumbuh sehat, kuat, dan mendapatkan haknya secara utuh,”ungkapnya.(yud)

Baca Juga