Karang Taruna Kabupaten Sukamara melakukan penanaman sebanyak 2.244 bibit pohon jengkol dan aren di kawasan Bukit Jalungga, Desa Jihing, Kabupaten Sukamara, Sabtu (20/12/25). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XII Palangka Raya melalui UPT KPHP Wilayah Sukamara–Lamandau.
Bupati Sukamara Masduki mengatakan, kegiatan penanaman pohon tersebut sejalan dengan langkah konkret pemerintah daerah dalam merespons krisis global, khususnya perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.
Menurutnya, pendekatan agroforestri yang diterapkan menjadi contoh pelestarian lingkungan yang berkelanjutan sekaligus produktif bagi masyarakat.
“Penanaman pohon ini adalah bagian dari langkah konkret pemerintah dalam penanggulangan krisis global. Konsep agroforestri menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Masduki saat membuka kegiatan.
Masduki menegaskan, model penanaman seperti ini tidak boleh berhenti di satu lokasi, melainkan perlu dikembangkan menjadi gerakan bersama di seluruh desa di Kabupaten Sukamara.
“Kami mendorong agar kegiatan seperti ini menjadi gerakan di tiap desa. Lingkungan terjaga, ekonomi bergerak, dan masyarakat menjadi pelaku utama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jihing Ali Suanto menjelaskan bahwa Bukit Jalungga merupakan salah satu objek wisata alam unggulan di Kabupaten Sukamara.
Bukit dengan ketinggian sekitar 149 meter di atas permukaan laut tersebut menawarkan panorama alam kawasan perkebunan dan desa sekitar, serta menjadi lokasi favorit untuk menikmati matahari terbit dan terbenam.
“Bukit Jalungga adalah kebanggaan desa kami. Kami berterima kasih karena kawasan ini menjadi lokasi program penanaman pohon. Dengan ditanamnya jengkol dan aren, kami berharap dapat menambah nilai ekonomi masyarakat sekitar,” jelas Ali.
Di tempat yang sama, Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukamara Aan Nurhasan menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon ini tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat potensi ekowisata Bukit Jalungga sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Penanaman ini menjadi langkah strategis untuk mendorong agroforestri berkelanjutan sekaligus memperkuat daya tarik wisata alam Bukit Jalungga. Harapannya, masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung,” ujar Aan.
Aan menambahkan, keterlibatan generasi muda melalui Karang Taruna menjadi kunci keberlanjutan program tersebut.
“Kami ingin pemuda hadir sebagai motor penggerak perubahan. Melalui penguatan agroforestri dan wisata alam, kami berharap tercipta sinergi antara pelestarian lingkungan, peningkatan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kunjungan wisata,” pungkasnya.
Kegiatan penanaman pohon ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, Karang Taruna, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi berbasis desa.
Pendekatan agroforestri dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara upaya konservasi alam dan peningkatan kesejahteraan warga. (An/Ahaf)
*Editor : Yoan Pramoga
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
