RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya Ajak Pegawai Bersihkan Hati Sambut Ramadan

Pembinaan spiritual dan mental bagi pegawai rumah sakit guna membentuk karakter, meningkatkan ketenangan batin, serta memperkuat moral dan etika kerja.
by Desember 28, 2025
1 min read
Ustadz Amanto Surya Langka saat mengisi tausiyah dalam kegiatan pengajian bulanan RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya di Masjid Al Insan lantai III, Minggu (25/12/2025). PERSPEKTIF SPACE/MUHAMMAD FITRIANI

RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menggelar pengajian rutin bulanan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan di Masjid Al Insan lantai III, Minggu (25/12/2025). Sarana pembinaan spiritual dan mental bagi pegawai rumah sakit guna membentuk karakter, meningkatkan ketenangan batin, serta memperkuat moral dan etika kerja.

Direktur Utama RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, dr. Lia Indriana, menegaskan bahwa rumah sakit Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai sarana dakwah di bidang sosial dan keislaman.

“Muhammadiyah mendirikan rumah sakit sebagai bagian dari dakwah, khususnya di bidang kesehatan. Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan harus diaplikasikan dalam keseharian, seperti sholat berjamaah, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya,” ujarnya.

Ia berharap seluruh pegawai dapat meningkatkan komitmen keislaman dalam bekerja, sehingga aktivitas pelayanan kesehatan tidak hanya bernilai profesional, tetapi juga bernilai ibadah.

“Bekerja bukan hanya mencari nafkah, tetapi juga mencari ridho Allah SWT agar selamat dunia dan akhirat,” tambahnya.

Menghadirkan Ustadz Amanto Surya Langka sebagai penceramah, diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari jajaran direksi, dokter spesialis, manajer, kepala ruangan, serta seluruh pegawai RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya.

Ustadz Amanto menyampaikan pentingnya persiapan menyambut Ramadan sebagai bulan penuh keberkahan, ampunan, dan peningkatan ketakwaan. Ia mengibaratkan Ramadhan sebagai tamu agung yang harus disambut dengan kegembiraan dan kesiapan iman.

“Sebagaimana menghadapi ujian atau pertandingan, Ramadhan juga memerlukan persiapan agar ibadah kita maksimal, optimal, dan berkualitas,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga kesucian lahir dan batin melalui pengendalian diri, memperbanyak ibadah, serta memperbaiki akhlak sebagai bagian dari persiapan Ramadan.

“Mari kita sambut Ramadan dengan keimanan dan keikhlasan, serta mengisinya dengan amal shalih sesuai tuntunan Rasulullah,” tutupnya. (Mf/Ahaf)

*Editor : Yoan Pramoga
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Baca Juga