Menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun ke tahun adalah impian semua orang. Tak heran jika membuat resolusi sudah menjadi ritual wajib setiap kali pergantian kalender tiba. Namun, pertanyaannya: berapa banyak rencana yang benar-benar terwujud atau hanya berakhir di catatan ponsel saja?
Agar resolusi tahun 2026 milikmu tidak berakhir menjadi daftar keinginan yang terlupakan, diperlukan perencanaan yang matang dan strategi yang nyata. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa kamu terapkan:
1. Lakukan Evaluasi Mendalam
Sebelum melangkah maju, coba tengok ke belakang. Evaluasi mengapa resolusi tahun lalu belum terwujud. Apakah targetnya terlalu muluk, atau kamu kurang konsisten? Buatlah daftar sederhana sebagai pengingat agar kamu tidak jatuh ke lubang atau kesalahan yang sama.
2. Gunakan Metode SMART
Agar resolusimu lebih terukur dan tidak abstrak, kamu bisa gunakan prinsip SMART:
Specific: Jelas apa yang ingin dicapai, semakin detail akan lebih baik dan bisa didefinisikan. Contoh: “Saya ingin lebih sehat lagi dengan minimal lari 5km per hari” bukan “Saya ingin sehat”.
Measurable: Ada angka yang bisa diukur. Sesuatu yang terukur akan membantu untuk memudahkan dalam mengevaluasi kemajuan dan memastikan bahwa tujuan tersebut telah tercapai.
Achievable: Masuk akal untuk dilakukan, bukan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. Tujuan harus dibuat secara realistis dan dapat dicapai atau dijangkau dengan sumber daya yang tersedia.
Relevant: Sesuai dengan nilai hidupmu saat ini. Pastikan untuk mempertimbangkan kebutuhan pribadi dan menjadikan tujuan tersebut sebagai bagian pertama dari tujuan jangka panjang. Selain relevan, tujuan yang dibuat juga harus realistik atau mampu dicapai.
Time-bound: Ada tenggat waktu yang jelas. Pastikan untuk menetapkan waktu yang jelas dan realistis untuk memastikan tujuan tersebut bisa dicapai sesuai waktu yang ditentukan.
3. Temukan Strong Why (Alasan yang Kuat)
Jangan hanya menentukan tujuan karena ikut-ikutan tren media sosial. Temukan alasan mendalam di baliknya. Tanyakan pada dirimu sendiri: “Kenapa aku harus mencapai ini? Apa dampaknya bagi hidupku jika ini tidak tercapai?” Alasan emosional adalah bahan bakar terbaik saat rasa malas melanda.
”Kunci keberhasilan resolusi bukan pada besarnya rencana di awal tahun, tapi pada kecilnya langkah yang dilakukan secara konsisten setiap hari.”
4. Berhenti Menunda, Mulai dari Hal Kecil
Penyesalan selalu datang dari sikap “nanti saja”. Sikap ini seringkali berujung pada rasa malas yang permanen. Langkah kecil yang segera dilakukan jauh lebih efektif daripada rencana besar yang terus-menerus ditunda pelaksanaannya.
5. Bangun Resolusi Berdasarkan Kebiasaan (Habits)
Agar tidak terasa berat, selipkan resolusimu ke dalam rutinitas yang sudah ada. Jika ingin lebih banyak membaca buku, gandengkan dengan aktivitas rutin—misalnya membaca selama 15 menit setelah ibadah atau sebelum tidur. Dengan menjadikannya habits, kamu akan melakukannya secara otomatis tanpa merasa terbebani.
6. Fokus pada Progres Diri, Bukan Validasi
Jangan terlalu sibuk mencari pengakuan orang lain atau merasa tertinggal karena melihat pencapaian orang lain di internet. Ingat, setiap orang punya “garis start” dan tantangan yang berbeda. Fokuslah pada lintasan balapmu sendiri dan hargai setiap progres kecil yang kamu buat.
Kunci keberhasilan resolusi ada pada kedisiplinan dan kesungguhanmu untuk terus mencoba meski pernah gagal di tengah jalan. Tahun 2026 adalah lembaran baru, pastikan kamu yang memegang kendali atas penanya. Sekarang, mulailah untuk membuat resolusimu. Apa resolusi terbesarmu yang ingin diwujudkan di tahun 2026 ini?
