Tinjau Pasar, Wali Kota Fairid Naparin: Kami Akan Lakukan Penataan secara Bertahap

Ini wajib dilakukan untuk mengubah wajah pasar, karena selama ini pedagang berjualan terkesan semrawut, artinya bukan di lokasi yang ditentukan oleh Pemerintah, sehingga mengganggu akses jalan masyarakat dan munculnya genangan air saat hujan.
by Januari 6, 2026
1 min read

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengimbau para pedagang dan pengunjung pasar tradisional untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan pasar. Ia menegaskan bahwa kebersihan pasar, khususnya saluran drainase, merupakan tanggung jawab bersama.

Menurutnya, pasar yang bersih akan menciptakan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli, sehingga berdampak langsung pada peningkatan aktivitas ekonomi.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau kondisi infrastruktur jalan serta drainase di Pasar Kahayan dan Pasar Besar Palangka Raya, Senin (5/1/2026).

“Menjaga kebersihan drainase dan lingkungan pasar adalah tanggung jawab bersama. Saya berharap para pedagang ikut serta menjaga kebersihan agar pasar menjadi lokasi yang nyaman. Jika pasar bersih, kenyamanan meningkat, maka ekonomi pun akan ikut meningkat,” ujar Fairid.

Baca juga : Awali Tahun 2026, Wali Kota Fairid Naparin Tinjau Pasar Tradisional Palangka Raya

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, ditemukan tumpukan sampah serta sedimentasi lumpur yang menyumbat saluran drainase. Kondisi tersebut dinilai menjadi penyebab utama terjadinya genangan air di area pasar, meskipun beberapa bulan sebelumnya Pemerintah Kota Palangka Raya telah melakukan pembersihan.

Sejalan dengan temuan tersebut, Fairid juga menjelaskan bahwa penataan pasar akan dilakukan secara bertahap sebagai langkah untuk memperbaiki wajah pasar. Selama ini, aktivitas jual beli dinilai masih belum tertata karena sebagian pedagang berjualan di luar lokasi yang telah ditentukan pemerintah, sehingga mengganggu akses jalan masyarakat dan memicu genangan air saat hujan.

“Kami akan lakukan penataan secara bertahap, ini wajib dilakukan untuk mengubah wajah pasar, karena selama ini pedagang berjualan terkesan semrawut, artinya bukan di lokasi yang ditentukan oleh Pemerintah, sehingga mengganggu akses jalan masyarakat dan munculnya genangan air saat hujan,” ujarnya.

Selain melakukan pengecekan fisik infrastruktur, Fairid juga berdialog langsung dengan para pedagang. Ia ingin mendengar secara langsung berbagai kendala yang dihadapi pedagang selama beraktivitas di pasar.

“Yang saya cek hari ini tentu sarana dan prasarana, infrastruktur, kebersihan, dan terutama saluran drainase. Saya ingin pasar ini benar-benar menjadi tempat yang nyaman bagi penjual maupun pembeli,” katanya.

Oleh karena itu, Fairid menegaskan pentingnya turun langsung ke lapangan guna memperoleh data yang akurat.

“Saya sengaja bertanya langsung ke pedagang, bukan hanya menerima laporan dari dinas. Dari situ kita bisa tahu secara nyata mana yang masih kurang dan perlu segera diperbaiki,” tambahnya. (Ahaf/yn)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Baca Juga