PHBI Palangka Raya Komitmen Hadirkan Syiar Islam yang Lebih Dekat dengan Masyarakat

Fokus diarahkan pada penguatan syiar Islam agar tidak sekadar bersifat simbolik, tetapi benar-benar memberi dampak bagi umat.
by Januari 15, 2026
1 min read
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama Pengurus Panitia Hari-Hari Besar Islam (PHBI) Kota Palangka Raya Periode 2025–2029 saat foto bersama usai kegiatan pengukuhan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya, Kamis (15/1/2025). PERSPEKTIF SPACE/YOAN PRAMOGA

Pengurus Panitia Hari-Hari Besar Islam (PHBI) Kota Palangka Raya periode 2025–2029 resmi dikukuhkan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya, Kamis (15/1/2026). Kepengurusan baru ini membawa komitmen menghadirkan syiar Islam yang lebih dekat dengan masyarakat dan dirasakan secara nyata.

Ketua PHBI Kota Palangka Raya, Khemal Nesary, mengatakan kepengurusan periode ini akan memfokuskan program pada penguatan kegiatan keumatan serta peran masjid sebagai pusat syiar Islam di tingkat komunitas.

“Untuk periode ini saya dipercaya memimpin PHBI. Ke depan, kami akan bekerja sama dengan lembaga pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan hari-hari besar Islam,” ujar Khemal.

Menurutnya, PHBI tidak akan memperluas program di luar substansi utama. Fokus diarahkan pada penguatan syiar Islam agar tidak sekadar bersifat simbolik, tetapi benar-benar memberi dampak bagi umat.

“Kami ingin PHBI tidak sekadar menjadi nama, tetapi keberadaannya benar-benar dirasakan umat,” katanya.

Sebagai langkah konkret, PHBI Kota Palangka Raya akan menggandeng masjid-masjid PHBI yang tersebar di seluruh wilayah kota agar kegiatan keagamaan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata.

“Kami akan menggelar peringatan hari besar Islam di masjid-masjid, mendampingi Wali Kota dalam kegiatan keagamaan selama Ramadhan, serta memastikan PHBI hadir di setiap momentum keislaman,” jelasnya.

Khemal menambahkan, kepengurusan PHBI Kota Palangka Raya periode 2025–2029 diisi sekitar 30 orang dengan latar belakang beragam, mulai dari aparatur sipil negara hingga perwakilan pengurus masjid.

“Kami melibatkan unsur profesional dan masjid agar program PHBI berjalan solid, terkoordinasi, dan tepat sasaran,” tutupnya. (Ahaf/yn)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Baca Juga