Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (BEM PTMA) Indonesia melalui kajian analisis sosial menegaskan bahwa pendidikan dasar dan menengah merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Pendidikan dinilai menjadi penentu lahirnya generasi yang berkualitas dan bermanfaat bagi masa depan Indonesia.
Koordinator Presidium Nasional BEM PTMA Indonesia, Yogi Syahputra Alidrus, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Muti. Menurutnya, kepastian bahwa anggaran pendidikan tahun 2026 tidak dinaikkan namun juga tidak dipangkas untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis.
“Kami sangat mengapresiasi karena anggaran pendidikan tidak dipotong untuk program lain. Justru alokasi untuk revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, bantuan siswa, hingga peningkatan kesejahteraan guru tetap menjadi prioritas,” ujar Yogi kepada redaksi Perspektif Space, Minggu (22/2/2026).
Ia menyebut, anggaran yang telah tercantum dalam APBN mencapai lebih dari Rp14 triliun dan dialokasikan untuk lebih dari 11 ribu satuan pendidikan. Kebijakan tersebut dinilai progresif dan menunjukkan komitmen pemerintah dalam memajukan pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.
Meski demikian, Yogi menyoroti masih adanya persoalan di tingkat pemerintah daerah. Ia menilai pengawasan dan implementasi kebijakan kerap tidak maksimal, sehingga berdampak pada kesejahteraan siswa dan guru.
“Masih ada kasus korupsi dan penyalahgunaan kewenangan. Bahkan kita diperhadapkan pada kasus di NTT, di mana seorang siswa SD meninggal karena tidak memiliki perlengkapan sekolah. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan di daerah,” tegasnya.
Selain itu, BEM PTMA Indonesia juga mengapresiasi program digitalisasi yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui bantuan Interaktif Flat Panel (IFP) atau Panel Interaktif Digital (PID).
Menurut Yogi, program tersebut membuat proses pembelajaran lebih interaktif karena dapat digunakan untuk menulis, menggambar, berkolaborasi, serta terintegrasi dengan sistem pembelajaran digital dan sumber belajar lainnya.
BEM PTMA Indonesia berharap kebijakan anggaran dan program digitalisasi pendidikan dapat terus dikawal, sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa dan guru di seluruh daerah. (Ahaf)
*Editor : Yoan Pramoga
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
