​Sikat Mafia Tambang! Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Negara Tidak Boleh Kalah

Siap pasang badan menghadapi mafia tambang demi menegakkan aturan dan memastikan kekayaan alam kembali ke tangan rakyat.
by Desember 31, 2025
1 min read
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia. FOTO: DOK. HUMAS KEMENESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmennya untuk melakukan bersih-bersih di sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba).

​Bahlil menyatakan siap pasang badan menghadapi mafia tambang demi menegakkan aturan dan memastikan kekayaan alam kembali ke tangan rakyat.

​”Memang kerjaan kita begitu. Harus menghadapi semuanya. Siapa yang melawan atau melanggar hukum, melanggar aturan, maka saya sebagai pembantu presiden menegakkan aturan,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (30/12/25).

Ia menegaskan bahwa wibawa negara adalah harga mati dalam pengelolaan sumber daya alam.

​”Siapa saja. Dan negara harus berwibawa, nggak boleh negara kalah,” tegasnya.

Langkah nyata penertiban ini dibuktikan melalui kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Sebagai anggota Satgas, Bahlil fokus merebut kembali kedaulatan sumber daya alam (SDA) di kawasan hutan.

​Hasilnya, jutaan hektare kawasan hutan negara yang selama ini dikuasai secara ilegal kini berhasil diambil alih kembali oleh negara.

Bahlil menjelaskan, perbaikan tata kelola ini bertujuan untuk memaksimalkan pendapatan negara. Dana tersebut nantinya akan dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk pembangunan infrastruktur daerah serta peningkatan layanan kesehatan dan fasilitas pendidikan yang lebih baik.

Selain penegakan hukum, Bahlil juga menyoroti masalah lingkungan. Ia ingin mengubah wajah industri tambang Indonesia menjadi lebih hijau dan ramah lingkungan.

Ia memperingatkan para pengusaha agar tidak hanya mengeruk keuntungan tanpa mempedulikan kelestarian alam.

​”Maunya kita itu adalah pengelolaan tambang secara maksimal boleh, tetapi lingkungan juga harus kita jaga. Tidak boleh hanya semrawut-semrawut,” ungkapnya.

Satu poin penting yang ditekankan Bahlil adalah demokratisasi tambang. Ia tidak ingin kekayaan daerah hanya dinikmati oleh orang pusat atau pengusaha besar dari Jakarta.

​”Saya sebagai orang yang berproses dari daerah dan pernah menjadi pengusaha daerah, lewat kita melakukan perubahan undang-undang, kita kasih ke koperasi. Kita kasih kepada organisasi kemasyarakatan,” tutup Bahlil. (Ahaf)

Baca Juga