Data Terkini Karhutla Kalteng 21 Oktober 2026: 19.780 Hektare Terbakar, ISPA 123.448 Kasus

Hingga 21 Oktober 2026, akumulasi Karhutla di Kalteng mencapai 6.836 kejadian dengan 334.253 hotspot terdeteksi dan 19.780,70 hektare lahan terbakar berdasarkan laporan kabupaten/kota.
by Oktober 22, 2026
1 min read
Update Data Karhutla Kalteng 21 Oktober 2026 | Data Terkini Karhutla Kalteng
Infografis Data Terkini Karhutla Kalteng 21 Oktober 2026: 19.780 Hektare Terbakar. YANDI NOVIA/PERSPEKTIFSPACE.

Sumber data: BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, data per 21 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB.

Ringkasan tingkat provinsi
IndikatorJumlah
Hotspot334,253titik
Kejadian Karhutla6,836kejadian
Luas terbakar berdasarkan laporan kabupaten/kota19,780.70hektare
Luas terbakar berdasarkan citra satelit7,634hektare
Personel gabungan16,387orang
Penegakan hukum53kasus
Helikopter7unit
Pesawat OMC/Patroli1unit

Data mencatat 6.836 kejadian Karhutla dengan luas terbakar mencapai 19.780,70 hektare berdasarkan laporan kabupaten/kota. Sementara itu, penghitungan berdasarkan citra satelit mencatat 7.634 hektare. Kedua angka luas tersebut menggunakan sumber penghitungan berbeda sehingga disajikan secara terpisah.

Penanganan Karhutla didukung 16.387 personel gabungan, tujuh unit helikopter, dan satu pesawat OMC/Patroli. Tercatat pula 53 kasus penegakan hukum terkait Karhutla.

Sebaran akumulasi berdasarkan kabupaten/kota
Kabupaten/kotaHotspotKejadianLuas terbakar (ha)
Barito Selatan10,0124801,440.00
Barito Timur1,7307301,249.00
Barito Utara1,192320354.7
Gunung Mas6,767195515.3
Kapuas48,3476101,923.00
Katingan31,810234478.9
Kotawaringin Barat29,5634142,626.00
Kotawaringin Timur49,9061,2873,397.00
Lamandau8,819240408.6
Murung Raya1,385174217.3
Palangka Raya30,8689441,274.00
Pulang Pisau62,2893423,084.00
Seruyan40,4156922,051.00
Sukamara11,150174763.2
Total334,2536,83619,780.70

Pulang Pisau mencatat jumlah hotspot tertinggi, yakni 62.289 titik. Adapun Kotawaringin Timur menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yaitu 1.287 kejadian, sekaligus memiliki luas terbakar terbesar berdasarkan laporan kabupaten/kota, mencapai 3.397 hektare.

Luas terbakar terbesar berikutnya tercatat di Pulang Pisau sebesar 3.084 hektare dan Kotawaringin Barat sebesar 2.626 hektare. Sebaran ini menunjukkan bahwa wilayah dengan hotspot terbanyak tidak selalu menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi.

Dampak kesehatan dan dukungan masyarakat
IndikatorJumlah tercatat
Kasus ISPA123,448kasus
Kasus diare28,015kasus
Sekolah PJJ223sekolah
Sekolah tatap muka0sekolah
Lokasi rumah oksigen169lokasi

Pada sektor kesehatan, tercatat 123.448 kasus ISPA dan 28.015 kasus diare. Angka tersebut perlu dibaca sesuai periode pelaporan kesehatan yang berlaku dan tidak dapat langsung dianggap seluruhnya disebabkan oleh Karhutla.

Di sektor pendidikan, 223 sekolah tercatat melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), sedangkan sekolah tatap muka tercatat nol. Dukungan fasilitas kesehatan yang tercantum meliputi 169 lokasi rumah oksigen, sementara jumlah unit mobil oksigen tercatat nol.

Baca juga: Dua Bus Oksigen Beroperasi, Wali Kota Palangka Raya Buka Peluang Tambah Armada

Go toTop

Baca Juga