Kualitas udara di Kota Palangka Raya mulai menunjukkan perbaikan setelah hujan mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut. Konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat menurun, meski kualitas udara pada Selasa 27 Oktober 2026 masih berada dalam kategori tidak sehat.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Neng Arini, mengonfirmasi adanya penurunan konsentrasi PM2.5 dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Kalau dilihat dari PM2.5 Palangka Raya, memang terlihat ada penurunan konsentrasi dari hari kemarin jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya,” katanya, Selasa (27/10/2026).
Data BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 pada Senin (26/10/2026) berada dalam rentang sangat tidak sehat hingga berbahaya. Tren penurunan mulai terlihat pada Selasa pagi, ketika konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 90,3 mikrogram per meter kubik pada pukul 09.00 WIB, kemudian turun menjadi 80,3 mikrogram per meter kubik pada pukul 10.00 WIB.
Neng Arini menjelaskan, hujan membantu membersihkan partikel polutan yang berada di udara. Saat ini, Palangka Raya juga sedang memasuki masa peralihan menuju musim hujan yang diprediksi terjadi pada dasarian III Oktober 2026.
Meski hujan telah turun, BMKG masih memerlukan analisis curah hujan selama tiga dasarian berturut-turut untuk memastikan pergantian musim.
“Untuk memastikan sudah musim hujan atau belum, kami memerlukan data hujan selama tiga dasarian, di mana curah hujan harus lebih dari 150 milimeter,” jelasnya.
Penurunan konsentrasi PM2.5 menjadi perkembangan positif di tengah dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Palangka Raya. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap memantau kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan. (af)
*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
