Ketua Forum Relawan, Okky Maulana: Pemeriksaan Kesehatan Relawan Diharapkan Berlanjut Usai Karhutla

Pemeriksaan kesehatan diharapkan tetap dilakukan setelah penanganan karhutla berakhir untuk memantau dampak paparan asap terhadap relawan.
by Oktober 30, 2026
1 min read
Ketua Forum Relawan Kota Palangka Raya Okky Maulana |
Ketua Forum Relawan Kota Palangka Raya,Okky Maulana. Kamis (29/10/2026). M.Akmal.Firdaus/PERSPEKTIFSPACE.

Risiko kesehatan akibat paparan asap selama penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian Forum Relawan Kota Palangka Raya. Relawan yang bertugas berjam-jam di lokasi kebakaran rentan mengalami gangguan pernapasan hingga cedera saat pemadaman.

Ketua Forum Relawan Kota Palangka Raya, Okky Maulana, mengatakan mayoritas keluhan kesehatan yang dialami relawan selama bertugas berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Selain itu, terdapat relawan yang mengalami luka bakar ringan akibat bersinggungan langsung dengan api.

Menurutnya, pemadaman karhutla memiliki risiko tinggi sehingga perlindungan kesehatan relawan perlu menjadi perhatian, tidak hanya selama bencana berlangsung, tetapi juga setelah penanganan selesai.

“Pekerjaan kawan-kawan relawan ini berisiko tinggi. Kami berusaha semaksimal mungkin meminimalkan risiko tersebut agar kesehatan mereka tetap terjaga,” ujar Okky, Kamis (29/10/2026).

Ia menjelaskan, Forum Relawan Kota Palangka Raya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, untuk memperhatikan kondisi kesehatan relawan.

Pemeriksaan kesehatan juga pernah dilakukan dengan dukungan Rumah Sakit Muhammadiyah, termasuk pemberian vitamin untuk membantu menjaga kondisi tubuh relawan.

Okky menilai, perhatian terhadap kesehatan relawan tidak boleh berhenti ketika kondisi karhutla mulai mereda. Dampak paparan asap dalam jangka panjang masih perlu diwaspadai, terutama bagi mereka yang bertugas langsung di garis depan pemadaman.

“Harapan kami, kesehatan kawan-kawan relawan tetap diperhatikan setelah bencana. Dampak dari paparan asap ini bisa saja baru dirasakan beberapa tahun kemudian, sehingga pemeriksaan kesehatan perlu terus dilakukan,” katanya.

Selain persoalan kesehatan, relawan juga menghadapi kendala teknis selama pemadaman. Salah satunya kerusakan mesin alkon akibat menyedot pasir, batu, dan material lain ketika digunakan di lapangan.

Okky menyebut kebakaran lahan telah dihadapi berulang kali selama sekitar empat bulan, termasuk sebelum status siaga ditingkatkan. Meski titik panas dilaporkan jauh berkurang setelah hujan turun, pemadaman dan pendinginan tetap diperlukan untuk mencegah api kembali muncul.

“Kami berharap bencana ini segera berakhir dan langit biru di Kalimantan Tengah kembali. Namun, selama masih ada titik api yang perlu ditangani, relawan tetap harus melakukan pemadaman dan pendinginan,” tutupnya. (af)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda, dengan ketentuan wajib mencantumkan atribusi kepada sumber asli dan tidak digunakan untuk tujuan komersial tanpa izin tambahan.

Latest from Same Tags

Go toTop

Baca Juga