Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus mendorong optimalisasi potensi ekonomi lokal melalui penetapan produk unggulan daerah yang memiliki daya saing tinggi. Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan pemerataan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah setempat.
Pj Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak menegaskan, pentingnya mengidentifikasi potensi ekonomi lokal agar dapat dikembangkan menjadi produk unggulan yang berdaya jual tinggi.
“Upaya pembangunan ekonomi harus berangkat dari kekhasan daerah. Setiap wilayah memiliki potensi berbeda yang jika dikembangkan dengan tepat dapat menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat,” ucapnya Kamis (6/11/2025).
Penentuan Produk Unggulan Daerah (PUD) mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2014, yang menegaskan bahwa produk unggulan merupakan barang atau jasa hasil koperasi serta usaha kecil dan menengah (UKM) yang berpotensi dikembangkan dengan memanfaatkan sumber daya alam, manusia, dan budaya lokal.
“Palangka Raya memiliki kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman budaya yang menjadi modal kuat dalam pengembangan produk unggulan. Sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kerajinan, dan pariwisata adalah tulang punggung ekonomi daerah. Jika dikelola secara terintegrasi, sektor-sektor ini akan memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi kota,” tambahnya.
Namun, sejumlah tantangan yang masih dihadapi, seperti keterbatasan data terintegrasi, minimnya sinergi antar lembaga, serta rendahnya pemahaman pelaku usaha terhadap potensi lokal. Infrastruktur dan teknologi yang belum optimal juga menjadi hambatan dalam pengolahan serta pemasaran produk daerah.
“Kita perlu memperkuat kolaborasi antarinstansi, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, dan mempercepat transformasi digital dalam mendukung promosi serta distribusi produk unggulan,” lanjutnya.
Dalam rancangan RPJMD Kota Palangka Raya Tahun 2025–2029, salah satu fokus utama pembangunan adalah transformasi ekonomi melalui hilirisasi komoditas unggulan daerah. Fokus tersebut diarahkan untuk mengembangkan pusat-pusat industri berbasis teknologi tinggi dan berkelanjutan.
“Produk unggulan daerah tidak hanya menjadi identitas lokal, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kita perlu langkah konkret dan berkelanjutan dalam proses pengembangannya,” ungkapnya.(yud)
