Wakil Wali Kota Palangka Raya Pastikan Inflasi Tetap Terkendali, TPID Dikerahkan Pantau Kenaikan Harga Pangan

Inflasi Kota Palangka Raya per November tercatat berada pada level 2,06 persen (year to date), akumulasi dari Januari hingga Oktober 2025.
by November 24, 2025
1 min read
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 bersama Kementerian Dalam Negeri, Senin (24/11/2025).

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan bahwa kondisi inflasi di Kota Palangka Raya masih berada dalam kategori aman.

Hal ini disampaikannya usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 bersama Kementerian Dalam Negeri, yang digelar di Ruang Command Center Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (24/11/2025).

Zaini mengungkapkan, inflasi Kota Palangka Raya per November tercatat berada pada level 2,06 persen (year to date), akumulasi dari Januari hingga Oktober 2025.

“Ini artinya masih di bawah risk target inflasi nasional. Intinya, inflasi kita masih dapat kita kendalikan,” ujarnya.

Meski demikian, Zaini mengakui adanya kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok pada akhir November, terutama bawang merah dan bawang putih.

Menurutnya, kenaikan ini bukan hanya terjadi di Palangka Raya, tetapi juga di berbagai daerah lain secara nasional.

“Kenaikan ini terjadi akibat kendala pada sumber pasokan, salah satunya dipengaruhi kondisi cuaca yang membuat produktivitas menurun,” jelasnya.

Selain bawang, harga beberapa jenis cabai seperti cabai keriting, rawit biasa, dan rawit merah juga mengalami kenaikan dengan penyebab yang sama.

Untuk mengantisipasi dampak lebih jauh, Zaini menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk turun ke lapangan melakukan pemantauan intensif terhadap pasokan pangan.

“Kami memastikan tidak terjadi kelangkaan. Saat ini kami memantau perkembangan distribusi pasokan, apakah ada kendala atau tidak,” katanya.

Ia menegaskan, upaya pemantauan dan pengawasan pasokan bahan pokok terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Walaupun ada sedikit kenaikan harga, yang paling penting pasokan tetap tersedia sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan,” tegasnya. (Ahaf)

*Editor : Yoan Pramoga
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Baca Juga