Bapperida Palangka Raya Dorong Peran TJSLP Atasi Persoalan Sampah dan Selaraskan Program CSR dengan Pembangunan Daerah

Forum TJSLP memiliki peran sentral dalam memastikan program CSR perusahaan selaras dengan prioritas pembangunan daerah.
by November 24, 2025
1 min read
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Palangka Raya, Fauzi Rahman saat menyampaikan laporan dalam Pertemuan Tahunan Forum TJSLP Tahun 2025 di Kahayan Ballroom Swiss-Belhotel Danum, Senin (24/11/2025).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Palangka Raya, Fauzi Rahman, menegaskan pentingnya Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) sebagai ruang koordinasi strategis antara pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Hal itu disampaikannya dalam Pertemuan Tahunan Forum TJSLP Kota Palangka Raya Tahun 2025 di Kahayan Ballroom Swiss-Belhotel Danum, Senin (24/11/2025).

Fauzi menjelaskan, forum ini memiliki peran sentral dalam memastikan program CSR perusahaan selaras dengan prioritas pembangunan daerah.

“Forum TJSLP ini berperan penting sebagai wadah koordinasi antara pemerintah daerah dengan para pelaku usaha agar aktivitas yang berlangsung selaras dengan prioritas pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Wali Kota Palangka Raya sebelumnya telah memaparkan gagasan “Pintar Kelola Sampah” dalam forum Lemhannas.

Menurut Fauzi, pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan perlu keterlibatan aktif berbagai elemen termasuk sektor usaha.

“Kegiatan kelola sampah ini tidak bisa kita laksanakan hanya dari sisi pemerintah saja. Ini menjadi tanggung jawab bersama. Kita berharap forum TJSLP bisa berperan banyak dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Palangka Raya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Fauzi memaparkan kontribusi program CSR yang telah dihimpun melalui forum. Dari total nilai kontribusi sebesar Rp678.302.955, sekitar 80 persen disalurkan melalui sekretariat TJSLP, sementara 20 persen lainnya dilakukan secara mandiri oleh perusahaan.

“Angka ini sifatnya tentatif karena menyesuaikan keadaan dan berbagai usulan, baik dari pemerintah sendiri maupun masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Forum TJSLP juga berperan dalam mendorong mobilisasi sumber daya di luar APBD, sehingga dapat mendukung pembiayaan program pembangunan melalui kontribusi langsung dari dunia usaha.

Fauzi menyebutkan, untuk memperkuat pengelolaan sampah, pemerintah mengambil peran sebagai fasilitator, sementara sektor usaha melalui CSR menjadi mitra pendanaan.

Di sisi lain, akademisi terlibat sebagai penyedia riset dan inovasi, dan media berperan penting dalam kampanye edukatif kepada masyarakat.

“Sinergi ini diperlukan agar pengelolaan sampah di Kota Palangka Raya semakin efektif dan berkelanjutan,” tutupnya. (Ahaf)

*Editor : Yoan Pramoga
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Baca Juga