Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, membuka Pertemuan Tahunan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kota Palangka Raya Tahun 2025 di Kahayan Ballroom Swiss-Belhotel Danum, Senin (24/11/2025).
Dalam sambutannya, Achmad Zaini menegaskan bahwa untuk mewujudkan Palangka Raya sebagai kota maju dan berkelanjutan, pemerintah daerah harus memperkuat pembangunan pada sektor-sektor pelayanan dasar.
“Untuk mewujudkan kota yang maju dan berkelanjutan, ada beberapa pembangunan yang harus kita laksanakan, khususnya pada pelayanan wajib dasar seperti pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur,” ujarnya.
Zaini juga mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi Kota Palangka Raya, terutama terkait keterbatasan ketersediaan lahan non-kehutanan.
Meski secara geografis Palangka Raya merupakan salah satu kota terluas di Indonesia, namun lahan yang dapat dikelola di luar kawasan hutan sangat terbatas.
“Saat ini Kota Palangka Raya menghadapi masalah terkait ketersediaan lahan. Kota kita memang luas, namun lahan di luar fungsi kehutanan sangat sedikit. Hanya 22 persen yang bisa dikelola untuk kebutuhan non-kehutanan,” jelasnya.
Kondisi tersebut, menurutnya, membuat daerah kesulitan menarik investor yang ingin membangun industri atau pabrik di Kota Palangka Raya.
“Sehingga kita cukup kesulitan apabila ada investor atau pelaku usaha yang ingin menanam modal membangun industri di Palangka Raya,” lanjutnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota telah mengusulkan perubahan fungsi kawasan hutan kepada Kementerian Kehutanan.
“Kami bersama pak Wali Kota sudah mengajukan perubahan fungsi kawasan hutan menjadi non kawasan hutan. Dari 22 persen kita targetkan naik menjadi sekitar 40 persen,” ungkap Zaini.
Ia menambahkan, tantangan pendapatan daerah juga berbeda dengan kabupaten lain yang memiliki sumber daya alam melimpah seperti tambang, perkebunan, dan kehutanan.
“Kalau di kabupaten banyak diuntungkan sektor pertambangan, perkebunan, dan kehutanan. Sementara Kota Palangka Raya mengandalkan perdagangan dan jasa melalui pajak serta retribusi daerah,” katanya.
Karena itu, peran Forum TJSLP dinilai sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Zaini menegaskan bahwa kontribusi dunia usaha sangat dibutuhkan untuk mengatasi keterbatasan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Forum TJSLP ini menjadi penting, karena pak Wali Kota berharap peran mitra usaha ke depan dapat membantu perkembangan pembangunan Kota Palangka Raya,” ucapnya.
“Karena sumber PAD kita terbatas, maka salah satu pendukung pembangunan daerah adalah kontribusi dari para mitra usaha,” tegasnya.
Pertemuan tahunan ini diharapkan memperkuat sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pembangunan kota yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Ahaf)
*Editor : Yoan Pramoga
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
