Tingkatkan Kualitas Layanan, Pemko Palangka Raya Latih Aparatur Soal Integritas dan Antikorupsi

Peningkatan kapasitas bagi camat, lurah, kepala puskesmas, serta perangkat daerah teknis yang menangani pelayanan publik.
by Desember 2, 2025
1 min read
Plt. Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Palangka Raya, Yohn Benhur G. Pangaribuan.

Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar kegiatan penguatan integritas dan peningkatan kapasitas bagi camat, lurah, kepala puskesmas, serta perangkat daerah teknis yang menangani pelayanan publik.

Kegiatan ini digelar untuk mendorong layanan pemerintah yang semakin berkualitas dan berintegritas.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wali Kota Palangka Raya yang diwakili Plt. Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra, Yohn Benhur G. Pangaribuan, di Aquarius Boutique Hotel, Selasa (2/12/25).

Tahun ini, cakupan peserta diperluas, tidak hanya camat dan lurah, tetapi juga kepala puskesmas serta perangkat teknis.

“Peningkatan mutu pelayanan publik sangat menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Pelayanan yang lambat, diskriminatif, atau tidak transparan dapat merusak citra pemerintahan,” ujar Benhur saat membacakan sambutan Wali Kota.

Sejumlah narasumber dihadirkan untuk memperkuat pemahaman peserta terkait integritas, pencegahan korupsi, dan penguatan tata kelola pelayanan publik.

Materi pertama membahas berbagai bentuk maladministrasi serta potensi korupsi di sektor layanan pemerintah.

Materi selanjutnya menekankan prinsip-prinsip pelayanan publik yang berintegritas, mulai dari akuntabilitas, transparansi, hingga keadilan.

Peserta juga mendapatkan strategi pencegahan maladministrasi melalui perbaikan sistem, penyederhanaan prosedur, dan penerapan layanan yang lebih tertib dan terkontrol.

Kegiatan ini juga menyertakan sesi diskusi untuk membedah persoalan pelayanan di lapangan dan merumuskan langkah perbaikan di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga puskesmas.

“Pemkot menegaskan bahwa pungli, penyalahgunaan kewenangan, atau tindakan yang mencederai integritas pelayanan publik tidak dapat ditoleransi,” tegas Benhur.

Selain penguatan integritas, peserta diminta meningkatkan disiplin kerja, memperbaiki komunikasi dengan masyarakat, serta menciptakan lingkungan pelayanan yang bersih dan profesional.

Pemerintah juga mendorong pemanfaatan inovasi digital untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, dan akuntabel.

Pemkot Palangka Raya berharap hasil pelatihan ini dapat segera diterapkan pada unit kerja masing-masing sehingga kualitas pelayanan publik di kota setempat semakin meningkat. (Ahaf)

*Editor : Yoan Pramoga
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Baca Juga