Pemerintah Kota Palangka Raya menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 3,30 persen pada 2026. Target tersebut menjadi agenda prioritas yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengungkapkan, tingkat kemiskinan di Kota Palangka Raya pada 2024 tercatat sebesar 3,52 persen, namun naik menjadi 3,62 persen pada 2025. Saat ini jumlah penduduk miskin mencapai sekitar 11.200 jiwa dari total populasi kurang lebih 310.000 jiwa.
“Untuk tahun ini kami menargetkan turun menjadi 3,30 persen. Ini menjadi tantangan karena dalam dua tahun terakhir trennya justru meningkat,” ujar Zaini saat membuka Rapat Koordinasi Sinkronisasi dan Sinergitas Penanggulangan Kemiskinan di Aula Peteng Karuhei II, Kantor Wali Kota Palangka Raya, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, kenaikan persentase kemiskinan sejalan dengan meningkatnya Garis Kemiskinan (GK) di Kota Palangka Raya. Hal itu dipicu oleh kenaikan harga kebutuhan pokok serta perubahan pola konsumsi masyarakat.
Ia menegaskan, diperlukan langkah strategis dan terukur untuk memutus tren kenaikan tersebut. Seluruh perangkat daerah diminta memastikan akurasi data sasaran agar bantuan dan program penanggulangan kemiskinan tepat sasaran.
“Kuncinya ada pada akurasi data, konvergensi program, serta kualitas pelaksanaan di lapangan. Intervensi tahun ini harus benar-benar efektif,” tegasnya.
Zaini juga mendorong agar seluruh program penanggulangan kemiskinan dilaksanakan secara inklusif dan sinergis lintas sektor.
Dengan koordinasi yang kuat, Pemko Palangka Raya optimistis target penurunan angka kemiskinan sesuai RPJMD dapat tercapai demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Ahaf)
*Editor : Yoan Pramoga
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
