Kabut Asap Bikin Kunjungan Wisata ke Kereng Bangkirai dan Sei Gohong Anjlok

Dinas Pariwisata menyiapkan masker bagi pengunjung Kereng Bangkirai dan menunggu kondisi udara membaik sebelum kembali menggencarkan promosi wisata.
by Oktober 17, 2026
1 min read
wisata kereng bangkirai palangka raya saat musim karhutla dan kabut asap |
Kondisi terkini wisata Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya, Jum'at (16/10/2026). M. AKMAL FIRDAUS/PERSPEKTIFSPACE.

Kunjungan wisatawan ke Kereng Bangkirai dan Desa Wisata Sei Gohong menurun di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Palangka Raya. Kondisi tersebut berdampak pada destinasi wisata yang mengandalkan aktivitas di ruang terbuka.

Kepala Bidang Pariwisata, Alex Chandra, mengatakan penurunan kunjungan terlihat di kedua kawasan wisata tersebut seiring masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Secara fakta memang, jumlah kunjungan itu menurun, sangat menurun. Kita lihat sendiri di Kereng Bangkirai maupun Sei Gohong, kabut asap sangat memengaruhi kunjungan wisatawan,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).

Menurut Alex, kondisi kabut asap menjadi tantangan bagi sektor pariwisata karena sebagian destinasi di Palangka Raya berada di kawasan terbuka. Aktivitas wisata di lokasi tersebut sangat bergantung pada kondisi lingkungan dan kualitas udara.

Di tengah situasi itu, Dinas Pariwisata belum dapat melakukan banyak upaya untuk meningkatkan kunjungan. Kesehatan masyarakat tetap menjadi pertimbangan, selama kabut asap masih menyelimuti wilayah setempat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyediakan masker bagi pengunjung Kereng Bangkirai. Masker diberikan kepada masyarakat yang membeli tiket masuk sebagai upaya antisipasi terhadap paparan asap.

“Bagi masyarakat yang membeli tiket, kita berikan masker. Itu salah satu langkah antisipasi yang kita lakukan,” katanya.

Penurunan kunjungan turut menjadi tantangan bagi pengelola destinasi, terutama di Kereng Bangkirai dan Sei Gohong yang menawarkan aktivitas wisata luar ruangan. Pemulihan kunjungan masih bergantung pada membaiknya kondisi kabut asap.

Alex berharap kabut asap segera mereda agar aktivitas masyarakat kembali normal dan wisatawan kembali berkunjung.

“Setelah kabut asap ini, kita akan coba bergerak kembali supaya tempat wisata kita tetap eksis,” pungkasnya. (af)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Go toTop

Baca Juga