Pemuda Muhammadiyah Sukamara Dorong Partisipasi Berkualitas Pemilih Pemula

Pemilih muda harus tampil sebagai pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas.
by Desember 15, 2025
1 min read
Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sukamara, Satria Fatrianor (tengah posisi kiri) bersama jajaran pengurus. PDPM SUKAMARA/AAN NURHASAN

Data Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Triwulan IV Tahun 2025 yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukamara mendapat perhatian serius dari Pemuda Muhammadiyah Sukamara. Pasalnya, data tersebut menunjukkan dominasi pemilih muda mencapai 66 persen dari total pemilih.

Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Sukamara, Satria Fatrianor, menilai tingginya jumlah pemilih muda menjadi sinyal penting bagi masa depan demokrasi di Sukamara.

Namun demikian, ia menekankan bahwa dominasi tersebut harus diiringi dengan kualitas partisipasi politik yang baik.

“Pemilih muda harus tampil sebagai pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Tidak mudah terpengaruh politik uang maupun polarisasi yang dapat merusak persatuan,” ujar Satria kepada redaksi Perspektif Space, Senin (15/12/25).

Menurutnya, pemilih muda perlu memahami visi, misi, serta rekam jejak calon pemimpin sebelum menentukan pilihan, agar keputusan politik yang diambil benar-benar berorientasi pada kemaslahatan umat dan kemajuan daerah.

“Pemilih muda bukan hanya penentu kuantitas suara, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan kualitas dalam proses demokrasi,” tegasnya.

Satria juga mendorong generasi muda agar tidak bersikap apatis terhadap politik, melainkan aktif berpartisipasi dalam berbagai ruang demokrasi, baik melalui pendidikan politik, diskusi publik, maupun keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Selain itu, Pemuda Muhammadiyah Sukamara berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan ruang edukasi dan pembinaan politik yang sehat bagi pemilih muda.

“Ruang edukasi dan pembinaan politik yang sehat akan melahirkan pemilih muda yang berkualitas, bukan sekadar menghadirkan kuantitas suara, tetapi mampu mendorong demokrasi tanpa polarisasi, tanpa politik uang, serta menghasilkan kemaslahatan umat demi kemajuan pembangunan daerah,” tutupnya. (An/Ahaf)

*Editor : Yoan Pramoga
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Baca Juga