Menuju Makassar, Kontingen Muhammadiyah Kalteng Targetkan Prestasi di Olympicad VIII

Olympicad adalah ajang perlombaan sekaligus menjadi ruang belajar dan pembuktian bahwa pendidikan yang berkualitas lahir dari proses, kerja sama, dan semangat untuk terus berkembang menghadapi tantangan zaman.
by Februari 12, 2026
1 min read
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah lepas kontingen menuju Olympicad (Olimpiade Ahmad Dahlan) VIII di Makassar, Sulawesi Selatan. PERSPEKTIF SPACE/EVAN BASTIAN

Majelis Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Non-Formal (PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah resmi melepas kontingen menuju Olympicad (Olimpiade Ahmad Dahlan) VIII di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sekretaris PWM Kalimantan Tengah, Mulyono, menegaskan, para siswa dan guru yang berangkat bukan sekadar peserta lomba, tetapi duta organisasi dan daerah.

“Kalian adalah duta Muhammadiyah Kalimantan Tengah. Olympicad bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana menunjukkan adab, integritas, dan kecerdasan,” ujar Mulyono di Palangka Raya, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, ajang ini juga menjadi ruang pembuktian kualitas sumber daya manusia di tengah perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan.

“Olympicad merupakan kompetisi nasional bagi sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia,” jelasnya.

Pada edisi ke-8 di Makassar, ribuan siswa jenjang SD hingga SMA berkompetisi dalam berbagai cabang lomba, mulai dari sains, robotik, seni, keagamaan, hingga inovasi pembelajaran.

Kontingen Kalimantan Tengah terdiri dari beberapa sekolah, yakni:

  • SMA Muhammadiyah 1: 5 siswa, 1 guru pendamping, 1 orang tua, 1 guru peserta
  • SD Muhammadiyah Pahandut: 13 siswa, 3 guru pendamping, 3 orang tua
  • SMP Muhammadiyah Palangka Raya: 6 siswa, 2 guru pendamping, 1 orang tua, 1 guru peserta

Keikutsertaan guru sebagai peserta menjadi salah satu hal menarik dalam pemberangkatan tahun ini. Para guru tidak hanya mendampingi siswa, tetapi juga turut berkompetisi.

Selain itu, kehadiran orang tua sebagai pendamping dinilai memperkuat dukungan moral bagi para siswa.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Kalteng, Mukhlis, berharap ajang ini menjadi sarana menambah pengalaman dan wawasan baru bagi peserta.

“Kami ingin mereka belajar dari daerah lain dan semakin percaya diri. Anak-anak Kalteng memiliki potensi dan daya saing di tingkat nasional,” katanya.

Keikutsertaan kontingen ini menjadi bukti komitmen Muhammadiyah Kalimantan Tengah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan bakat siswa di level nasional. (Vn/Ahaf)

*Editor : Yoan Pramoga
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Baca Juga