Udara Palangka Raya Masih Sangat Tidak Sehat, Hotspot Kalteng Capai 2.626

Data BMKG pada 17 Oktober mencatat 43 titik panas di Palangka Raya, sementara hujan yang belum merata membuat kualitas udara masih berfluktuasi.
by Oktober 18, 2026
1 min read
palangka raya 17 oktober 2026 |
Suasana Bundaran Besar Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada Sabtu (17/10/2026). M.AKMAL.FIRDAUS/PERSPEKTIFSPACE.

Konsentrasi PM2.5 di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mencapai 188,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Sabtu (17/10/2026) pukul 12.00 WIB. Di hari yang sama, jumlah titik panas (hotspot) di Kalimantan Tengah meningkat menjadi 2.626 titik, bertambah 1.238 titik dibandingkan sehari sebelumnya.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Nadya, mengatakan kualitas udara di Palangka Raya masih berpotensi berubah karena hujan belum turun secara merata. Kondisi tersebut membuat konsentrasi partikel di udara dapat mengalami kenaikan maupun penurunan.

“Untuk sekarang dikarenakan hujan masih belum merata sehingga masih berpotensi akan terjadi kenaikan atau penurunan kualitas udara secara fluktuatif,” jelas Nadya saat dikonfirmasi, Sabtu (17/10/2026).

Peningkatan hotspot terjadi dalam sehari, dari 1.388 titik pada 16 Oktober menjadi 2.626 titik pada 17 Oktober 2026. Nadya membenarkan adanya kenaikan jumlah titik panas tersebut di wilayah Kalimantan Tengah.

“Secara umum jumlah total titik hotspot di wilayah Kalteng terjadi penaikan dari hari kemarin,” ungkapnya.

Kabupaten Seruyan mencatat jumlah hotspot terbanyak dengan 772 titik. Berikutnya, Pulang Pisau memiliki 521 titik, Katingan 429 titik, Kotawaringin Timur 403 titik, dan Kapuas 272 titik. Sementara itu, di Kota Palangka Raya terdeteksi 43 titik panas.

Berdasarkan tingkat kepercayaan deteksi satelit, sebanyak 2.612 titik masuk kategori menengah, 11 titik kategori tinggi, dan tiga titik kategori rendah.

Meski jumlah hotspot meningkat, deteksi satelit tidak serta-merta memastikan adanya kebakaran di setiap lokasi. Titik panas merupakan indikasi yang perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan kondisi di lapangan.

Di tengah peningkatan tersebut, kualitas udara Palangka Raya masih perlu diwaspadai. Konsentrasi PM2.5 sebesar 188,4 µg/m³ menunjukkan tingginya partikel halus di udara. Masyarakat diimbau membatasi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta mengikuti informasi resmi terkait kondisi udara dan kesehatan. (af)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Go toTop

Baca Juga