Pemko Palangka Raya Siapkan Bus Oksigen Keliling Gratis untuk Warga Terdampak Asap

Layanan dilengkapi tujuh tabung oksigen per bus dan tenaga medis, dengan armada yang berpeluang ditambah sesuai kebutuhan.
by Oktober 18, 2026
1 min read
Bus Oksigen Keliling Gratis |
Layanan bus oksigen keliling gratis untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap akibat karhutla di Palangka Raya, Jumat (16/10/2026). M.AKMAL.FIRDAUS/PERSPEKTIFSPACE.

Pemko Palangka Raya menyiapkan dua unit bus oksigen keliling gratis untuk membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Layanan ini dirancang mendekatkan bantuan kesehatan kepada masyarakat tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan bus oksigen keliling merupakan strategi tambahan untuk memperluas jangkauan pelayanan. Program tersebut melengkapi rumah oksigen yang telah berjalan sebelumnya, bukan menggantikannya.

“Ini bukan berarti kita beralih dari program rumah oksigen. Kita sudah punya program itu, tetapi dalam rangka pemerataan pelayanan, kita menyiapkan strategi lain dengan menjemput bola,” ujarnya saat peluncuran dan uji coba hari pertama di Puskesmas Menteng, Jumat (16/10/2026).

Setiap bus dilengkapi tujuh tabung oksigen sehingga dapat melayani hingga tujuh orang dalam satu waktu, sesuai kebutuhan dan kondisi pasien. Penempatan armada nantinya disesuaikan dengan situasi lapangan, terutama wilayah yang terdampak kabut asap dan berpotensi mengalami peningkatan kasus gangguan pernapasan.

Pelayanan dilakukan tenaga medis dan paramedis dari Dinkes Kota Palangka Raya. Sebelum menentukan kebutuhan oksigen, petugas akan memeriksa pasien menggunakan oksimeter untuk mengukur kadar oksigen dalam darah.

“Pelayanan ini gratis dan bisa dimanfaatkan seluruh warga Kota Palangka Raya. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan program ini ketika membutuhkan layanan oksigen,” tegas Riduan.

Operasional bus melibatkan Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya. Dishub menyiapkan armada beserta pengemudi, sedangkan Dinkes bertanggung jawab atas peralatan kesehatan dan tenaga medis yang memberikan pelayanan.

Kepala Dishub Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo, menyatakan jumlah armada masih berpeluang bertambah dari dua unit menjadi tiga hingga empat bus, bergantung pada kebutuhan pelayanan dan kesiapan tenaga kesehatan.

“Tidak hanya dua bus, mungkin akan kita siapkan tiga, bahkan sampai empat bus, tergantung kebutuhan yang diperlukan oleh teman-teman di Dinas Kesehatan,” kata Hadi.

Selain melayani warga yang mengalami gangguan pernapasan, bus juga berpotensi digunakan untuk membantu evakuasi ketika terjadi kebakaran di sekitar permukiman.

“Kalau terjadi kebakaran di titik-titik yang memang berdekatan dengan rumah warga, bus ini juga bisa dimanfaatkan untuk evakuasi sekaligus memberikan layanan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan,” jelasnya.

Hadi menambahkan, armada bus akan dipinjamkan kepada Dinkes selama masih dibutuhkan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Sementara itu, mekanisme pelayanan, termasuk penentuan lokasi penempatan dan jadwal operasional, akan diatur lebih lanjut oleh Dinkes.

Dinkes juga akan berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika serta media untuk menyosialisasikan layanan bus oksigen keliling kepada masyarakat. Melalui program ini, Pemko Palangka Raya berharap pelayanan kesehatan dapat menjangkau warga lebih cepat ketika kualitas udara memburuk akibat karhutla.

Masyarakat tetap diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan lainnya. (af)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Go toTop

Baca Juga