Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Tengah, Rizky Badjuri, menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama perusahaan perkebunan telah bersepakat untuk menyusun roadmap yang lebih terarah terkait realisasi plasma 20 persen. Komitmen ini menjadi fokus utama dalam Rapat Sinkronisasi dan Evaluasi Data FPKMS, CSR, tenaga kerja lokal, dan penggunaan alat berat yang digelar di Aula Disbun Kalteng, Senin (10/11/2025).
“Kita ingin pemetaan yang lebih rinci dan roadmap yang jelas agar setiap pihak mengetahui tahapan dan target penyelesaian plasma. Dengan begitu, proses kemitraan bisa lebih terarah,” ujar Rizky dalam pembukaan rapat.
Ia menjelaskan bahwa realisasi plasma di Kalimantan Tengah saat ini baru berada pada angka sekitar 52,56 persen. Karena itu, Pemprov Kalteng melakukan sinkronisasi data antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan seluruh perusahaan sebagai langkah awal penyusunan peta jalan yang akuntabel.
“Langkah hari ini kita fokuskan pada penyamaan data terkait wilayah, luas kebun, dan koperasi mana saja yang telah maupun belum menerima plasma. Ini penting sebagai dasar penataan ulang dan percepatan pemenuhan kewajiban plasma 20 persen,” tambahnya.
Rizky juga menekankan bahwa keterlambatan realisasi plasma tidak seluruhnya disebabkan perusahaan. Sejumlah persoalan administratif dan teknis di lapangan membuat penyelesaian membutuhkan pendekatan bertahap.
“Roadmap ini menjadi alat kontrol bersama untuk menilai capaian dan mengatasi hambatan sesuai keadaan di tiap wilayah,” tegasnya.
