Cuaca buruk menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan keterlambatan penyelesaian sejumlah proyek pembangunan tahun 2025 di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat berdampak langsung pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan, terutama pada proyek-proyek fisik yang sangat bergantung pada kondisi alam.
“Cuaca yang tidak menentu dan curah hujan yang cukup tinggi membuat sejumlah pekerjaan di lapangan tidak bisa berjalan optimal,” ujar Pj Sekretaris Daerah Sukamara Sunardi, Rabu (9/1/2026).
Selain faktor cuaca, keterlambatan penyelesaian proyek juga dipengaruhi oleh waktu penetapan anggaran yang terjadi saat pemerintah menerapkan kebijakan efisiensi menjelang akhir tahun anggaran 2025.
Menurutnya, proses penyesuaian anggaran tersebut membutuhkan waktu sehingga berdampak pada jadwal pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Kami harus menyesuaikan kembali waktu pelaksanaan karena penetapan anggaran dilakukan di tengah kebijakan efisiensi,” jelasnya.
Sunardi menegaskan, meski mengalami keterlambatan, penyelesaian proyek tetap dilanjutkan dan tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten Sukamara berharap kondisi cuaca segera membaik agar proyek-proyek yang dilanjutkan pada tahun 2026 dapat berjalan sesuai rencana.
“Harapan kami cuaca segera normal sehingga penyelesaian proyek di tahun 2026 bisa berjalan lancar dan hasil pembangunan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.
Pemkab Sukamara memastikan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap seluruh proyek yang dilanjutkan pada tahun 2026 agar penyelesaiannya berjalan sesuai target dan ketentuan yang berlaku. Koordinasi dengan pihak rekanan juga terus diperkuat untuk meminimalkan potensi kendala di lapangan.
Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah berharap seluruh proyek pembangunan dapat segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Sukamara. (An/Ahaf)
*Editor : Yoan Pramoga
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
