Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 menjadi momen refleksi bagi para pendidik di daerah, termasuk Guru Kecerdasan Artifisial, Coding, dan Teknologi Informasi SDN 7 Lanjas Barito Utara, Kalimantan Tengah, Adhe Putri Agustina.
Ia menilai HGN bukan sekadar seremonial, tetapi pengingat akan pentingnya peran guru bagi masa depan generasi muda, khususnya di wilayah kabupaten.
“HGN 2025 adalah momen untuk mengingat kembali makna kehadiran guru bagi anak-anak di daerah. Ini bukan hanya perayaan, tetapi refleksi bahwa kami tetap memiliki peran penting dalam membuka masa depan generasi muda, meski dengan segala keterbatasan,” ujar Adhe kepada redaksi Perspektif Space, Selasa (25/11/2025).
Menurutnya, menjadi guru adalah keputusan yang lahir dari hati.
“Hari Guru menguatkan saya bahwa memilih menjadi pendidik adalah panggilan hati, bukan sekadar profesi,” ujarnya.
Adhe menjelaskan bahwa sarana prasarana di SDN 7 Lanjas cukup memadai. Namun beberapa ruang kelas masih membutuhkan perbaikan.
Kondisi sanitasi juga belum sepenuhnya ideal, sementara ruang perpustakaan masih tergolong sederhana.
“Kami berusaha memaksimalkan apa yang ada agar proses belajar tetap nyaman, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa,” tambahnya.
Guru muda lelahiran Sragen, 8 Januari 2003 ini juga menyoroti sejumlah kekurangan pada fasilitas pembelajaran, termasuk akses internet yang tidak stabil.
“Kadang internet cepat, kadang tidak ada sama sekali. Ini membuat pembelajaran digital tidak optimal. Beberapa mata pelajaran juga kekurangan buku, dan perangkat ajar seperti laptop atau proyektor masih harus dipakai bergantian,” jelasnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, Adhe tetap berupaya memanfaatkan teknologi secara kreatif.
“Jika internet tersedia, saya menggunakan video edukasi, aplikasi pembelajaran, atau website edukatif. Jika tidak ada jaringan, saya menyiapkan materi offline seperti gambar, slide PDF, atau video yang sudah saya unduh sebelumnya,” katanya.
Komunikasi dengan orang tua pun dilakukan melalui WhatsApp sebagai bentuk penguatan pembelajaran di rumah.
Terkait dukungan pemerintah, lulusan sarjana pendidikan di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya ini berharap adanya peningkatan fasilitas sekolah, terutama untuk pengadaan buku dan sanitasi yang lebih layak.
“Pelatihan berkala sangat penting bagi guru di daerah agar tidak tertinggal perkembangan teknologi dan metode pembelajaran. Kesempatan mengikuti pelatihan masih sangat kecil,” tuturnya.
Ia juga berharap pendidikan Indonesia ke depan semakin inklusif dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Semoga pendidikan kita mampu membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Adhe menyampaikan pesan untuk seluruh tenaga pendidik di tanah air.
“Mari terus berkarya dan menjaga semangat mengajar. Tantangan kita berbeda-beda, tetapi tujuan kita sama untuk mencerdaskan anak bangsa. Terus belajar, berkolaborasi, dan menjadi teladan. Selamat Hari Guru Nasional 2025, tetaplah menjadi pelita bagi masa depan anak bangsa,” pungkasnya. (Ahaf)
*Editor : Yoan Pramoga
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
