Peringati HGN 2025, Guru MTs Muhammadiyah Kasongan Perdi Tekankan Pentingnya Guru sebagai Pembentuk Karakter Bangsa

Karakter merupakan ciri dari kualitas sumber daya manusia yang berperan penting bagi kemajuan bangsa.
by November 25, 2025
1 min read
Guru Aqidah Akhlak MTs Muhammadiyah Kasongan, Perdi, S.Pd.

Pada momentum Hari Guru Nasional Tahun 2025, Guru Aqidah Akhlak MTs Muhammadiyah Kasongan, Kalimantan Tengah, Perdi, menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang menjadi penentu kemajuan bangsa.

Perdi mengatakan, guru bukan hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga bertanggung jawab membentuk akhlak, budi pekerti, dan karakter generasi muda.

“Salah satu tonggak utama kemajuan bangsa terletak pada kualitas SDM. Di situlah guru hadir sebagai mesin pencetak generasi masa depan sekaligus pahlawan tanpa tanda jasa,” ujar Perdi kepada redaksi Perspektif Space, Selasa (25/11/2025).

Ia menambahkan, perkembangan teknologi saat ini menuntut guru memperkuat pendekatan terhadap siswa.

Tantangannya bukan hanya mengajar, tetapi juga memahami latar belakang dan karakter setiap murid.

“Guru harus tahu kapan menjadi pendidik dan kapan harus menjadi teman bagi siswa. Pemahaman personal ini penting agar proses belajar lebih efektif,” jelasnya.

Perdi yang merupakan guru muda kelahiran Kasongan, 8 November 2002 ini mengatakan bahwa kemajuan era digital juga membawa peluang besar jika dimanfaatkan dengan tepat.

Ia menerapkan sistem pembelajaran mendalam dengan mengaitkan materi pelajaran pada realitas sosial di masyarakat.

“Penggunaan teknologi harus dicermati secara serius. Saya berupaya menghubungkan teori dengan kondisi nyata agar lebih mudah dipahami siswa,” ujarnya.

Terkait kebijakan pendidikan, sarjana pendidikan agama islam Universitas Muhammadiyah Palangka Raya ini berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan dan peningkatan kompetensi guru secara berkala.

Menurutnya, banyak guru yang menjalankan tanggung jawab besar, namun kesejahteraannya belum sepenuhnya diperhatikan.

Di akhir penyampaiannya, Perdi mengajak para pendidik tetap semangat dalam mengemban tugas.

“Pekerjaan guru bukan semata mencari materi, tetapi meninggalkan legacy bagi kemajuan bangsa. Ibarat sebatang lilin, guru rela membakar diri untuk menerangi sekitarnya,” tutupnya. (Ahaf)

*Editor : Yoan Pramoga
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Baca Juga