Pemerintah Kota Palangka Raya memproyeksikan APBD 2027 meningkat menjadi sekitar Rp1,4 triliun. Angka tersebut naik dibandingkan APBD 2026 yang berada di kisaran Rp1,1 triliun.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan peningkatan anggaran tersebut diharapkan dapat memperkuat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Dari Rp1,1 triliun menjadi Rp1,4 triliun. Mudah-mudahan benar-benar bisa terlaksana,” kata Achmad Zaini usai Rapat Paripurna DPRD Kota Palangka Raya, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu perhatian Pemko Palangka Raya. PAD yang meningkat diharapkan dapat memperkuat kemampuan anggaran daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan.
Untuk rencana pembangunan 2027, infrastruktur dan pelayanan dasar tetap menjadi perhatian. Perbaikan ruas jalan, drainase, serta penerangan jalan umum (PJU) menjadi beberapa kebutuhan yang akan didorong.
“Masalah kesehatan, pendidikan juga tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Selain agenda pembangunan 2027, Achmad Zaini turut menyampaikan kondisi karhutla di Palangka Raya yang masih menyisakan kabut asap.
Meski titik api disebut mulai berkurang berdasarkan hasil patroli, asap masih cukup pekat akibat sisa kebakaran, terutama di kawasan lahan gambut.
“Untuk tim karhutla melalui posko yang didirikan di BPBD, kita tetap melakukan upaya-upaya pemadaman dan pembasahan,” katanya.
Relawan bersama TNI dan Polri juga masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi sisa asap sekaligus mencegah api kembali muncul di wilayah yang sebelumnya terbakar. (af/yn)
*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
