TikTok memperkenalkan Shopping Assistant dan Buy Direct sebagai bagian dari pengembangan perdagangan berbasis agen AI atau agentic commerce.
Fitur tersebut diumumkan TikTok pada 5 Oktober 2026. Shopping Assistant merupakan agen AI percakapan yang membantu pengguna mencari produk, memahami informasi barang, mengecek pengiriman, ukuran dan ketersediaan hingga proses pembelian.
Sementara itu, Buy Direct memungkinkan pengguna membeli produk langsung dari merek melalui TikTok tanpa harus meninggalkan platform. TikTok menyebut proses tersebut dapat dilakukan dari For You Feed.
“Shopping Assistant adalah agen AI percakapan yang memandu pengguna dalam perjalanan belanja,” tulis TikTok dalam pengumuman resminya.
Kehadiran fitur tersebut memperlihatkan perubahan posisi AI di dalam perdagangan digital. AI tidak lagi hanya memberikan rekomendasi, tetapi mulai ditempatkan di antara proses pencarian, pemilihan dan pembelian.
Persoalan tersebut sudah lebih dahulu menjadi perhatian akademisi. Uri Gal, profesor Business Information Systems di University of Sydney, menulis di The Conversation bahwa sistem belanja berbasis agen dapat menggeser sebagian keputusan dari konsumen kepada AI.
Gal membahas perkembangan AI belanja dalam konteks kerja sama Woolworths dan Google. Menurutnya, ketika AI mulai menyusun keranjang belanja berdasarkan kebutuhan, preferensi, promosi dan ketersediaan barang, konsumen semakin sering hanya memeriksa dan menyetujui pilihan yang dibuat sistem. Analisis tersebut juga dimuat kembali oleh University of Sydney.
Gal memperingatkan bahwa persoalannya bukan hanya privasi. Menurutnya, sistem AI yang membantu belanja dapat melakukan nudging secara lebih tersembunyi karena pilihan produk sudah disaring sebelum konsumen melihatnya.
“Ketika AI bergerak dari bantuan menuju tindakan, hal itu mengubah bagaimana pilihan dibuat dan seberapa besar kendali yang kita serahkan,” tulis Gal dalam analisisnya di The Conversation.
Kekhawatiran tersebut relevan dengan strategi TikTok. Platform tersebut sudah memiliki informasi mengenai konten yang disukai, akun yang diikuti dan pola interaksi pengguna. Ketika informasi tersebut mulai dipadukan dengan AI yang membantu keputusan pembelian, data perilaku pengguna dapat memiliki nilai ekonomi yang semakin besar.
TikTok menyebut pengembangan Shopping Assistant dan Buy Direct sebagai bagian dari agentic commerce. Konsep tersebut menempatkan AI bukan hanya sebagai pemberi informasi, tetapi sebagai perantara yang dapat membantu menjalankan proses perdagangan.
Perubahan ini membuat pertanyaan mengenai teknologi menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika AI membantu memilih barang sampai menyelesaikan pembelian, konsumen perlu mengetahui apakah sistem benar-benar membantu kebutuhan mereka atau sekaligus menjalankan kepentingan komersial platform dan penjual.
