Meta Luncurkan Muse Spark 1.1, Model AI Baru untuk Coding dan Agen Otonom

Meta membuka akses publik Muse Spark 1.1 melalui Model API dengan tarif agresif dan kredit gratis bagi pengembang, menandai langkah baru perusahaan dalam bersaing dengan OpenAI, Anthropic, dan Google di pasar AI komersial.
by Juli 15, 2026
1 min read
muse spark 1.1 |
Tangkapan layar ini menampilkan antarmuka "Muse Spark 1.1 Coding Lab", playground interaktif yang mendemonstrasikan 3 keahlian inti model AI terbaru dari Meta yang dirilis 9 Juli 2026 yang kami uji coba secara langsung. Yakni, Visual Algorithm Intelligence, Real-Time Physics & Performance Engineering, dan Code Understanding & Execution. YANDI NOVIA/ PERSPEKTIF SPACE.

Meta resmi meluncurkan Muse Spark 1.1, pembaruan terbaru dari model kecerdasan buatan andalannya yang difokuskan untuk tugas coding dan agentic AI, yaitu sistem AI yang mampu menjalankan serangkaian tugas kompleks secara otonom dengan memanfaatkan berbagai alat (tools) dan aplikasi. Model tersebut diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran Meta Model API dalam versi public preview pada Rabu (9/7/2026).

Dalam pengumuman resminya, Meta menyebut Muse Spark 1.1 sebagai peningkatan signifikan dibandingkan versi sebelumnya, terutama pada kemampuan pemrograman, penggunaan komputer, penalaran multimodal, dan penyelesaian tugas bertahap yang membutuhkan interaksi dengan perangkat lunak lain.

“Muse Spark 1.1 merupakan model penalaran multimodal yang dibangun untuk tugas-tugas agentic, dengan peningkatan besar pada penggunaan alat, interaksi dengan komputer, kemampuan coding, dan pemahaman multimodal,” tulis Meta dalam pengumuman resmi peluncuran Muse Spark 1.1.

Bersamaan dengan peluncuran tersebut, Meta juga membuka akses Meta Model API kepada para pengembang. Melalui layanan ini, pengembang dapat mengintegrasikan Muse Spark 1.1 ke dalam aplikasi mereka untuk membangun agen AI, asisten pemrograman, maupun sistem otomatisasi berbasis AI. Meta memberikan kredit gratis sebesar US$20 bagi setiap akun baru sebelum beralih ke skema berbayar. Harga yang ditawarkan juga cukup agresif, yakni US$1,25 per satu juta token input dan US$4,25 per satu juta token output, lebih rendah dibandingkan sejumlah model pesaing di kelas yang sama.

CEO Meta Mark Zuckerberg menegaskan bahwa strategi perusahaan bukan hanya mengejar performa model AI, tetapi juga membuat teknologi tersebut lebih terjangkau bagi pengembang.

“Fokus kami adalah menghadirkan model agentic dan multimodal yang kuat dengan biaya yang sangat rendah. Masih banyak yang akan segera hadir,” tulis Mark Zuckerberg melalui akun resminya di platform X, sebagaimana dikutip Reuters.

Muse Spark 1.1 menjadi bagian penting dari strategi Meta Superintelligence Labs, divisi baru yang dibentuk untuk mengejar ketertinggalan dari OpenAI, Anthropic, dan Google dalam pengembangan model AI komersial. Jika sebelumnya Meta lebih dikenal melalui model Llama yang bersifat terbuka (open source), kini perusahaan mulai memperluas bisnisnya ke layanan AI proprietary melalui API berbayar bagi kalangan pengembang.

Peluncuran ini juga dilakukan hanya beberapa hari setelah Meta memperkenalkan Muse Image, model generatif untuk pembuatan gambar berbasis AI. Selain itu, sejumlah media internasional melaporkan bahwa Meta tengah mengembangkan model AI generasi berikutnya dengan nama kode “Watermelon”, yang diproyeksikan memiliki kemampuan lebih tinggi dan memanfaatkan sumber daya komputasi yang jauh lebih besar.

Analis menilai langkah Meta menunjukkan perubahan strategi perusahaan dalam persaingan AI global. Selain meningkatkan kualitas model, Meta kini mulai bersaing melalui harga layanan, ekosistem pengembang, serta integrasi AI ke berbagai produk seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, Messenger, Meta AI, hingga perangkat kacamata pintar. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperluas adopsi AI sekaligus membuka sumber pendapatan baru di luar bisnis periklanan.

Go toTop

Baca Juga