Sebuah tim pengembang Indonesia memperkenalkan GambitHunter, sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu mengidentifikasi jejak operasional situs judi online melalui informasi pembayaran dan kontak yang digunakan di dalam platform tersebut.
Menurut penjelasan pengembangnya, Reynaldo Wijaya Hendry, pendekatan pemblokiran domain selama ini dinilai belum cukup efektif karena operator judi online dapat dengan cepat membuat situs baru menggunakan nama dan alamat domain yang berbeda. Kondisi tersebut membuat upaya penindakan sering kali berjalan seperti “kucing dan tikus”, di mana satu situs ditutup tetapi banyak situs baru kembali bermunculan.
Baca juga: Startup AI Lokal Digandeng untuk Berburu Judi Online dan Jaga Kualitas Informasi Publik
Berangkat dari kondisi tersebut, GambitHunter dikembangkan dengan pendekatan yang berbeda. Alih-alih hanya berfokus pada alamat situs, sistem ini berupaya mengidentifikasi informasi seperti rekening bank dan nomor telepon yang digunakan sebagai sarana transaksi atau komunikasi. Data tersebut dinilai lebih stabil dibandingkan domain sehingga berpotensi membantu proses investigasi yang dilakukan aparat penegak hukum.
Secara umum, GambitHunter bekerja melalui dua tahapan utama. Tahap pertama adalah proses eksplorasi untuk mengumpulkan situs-situs yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas judi online. Setelah itu, sistem AI melakukan analisis terhadap situs yang telah teridentifikasi guna menemukan informasi yang relevan, termasuk data pembayaran dan kontak yang ditampilkan pada layanan tersebut.
Hasil identifikasi kemudian dihimpun dalam bentuk laporan yang dilengkapi dokumentasi sebagai bahan pendukung. Menurut pengembangnya, pendekatan ini bertujuan membantu pemetaan jaringan operasional sehingga penegakan hukum tidak hanya berfokus pada pemblokiran situs, tetapi juga dapat menelusuri infrastruktur pendukung yang digunakan oleh pelaku.
Proyek GambitHunter diperkenalkan dalam ajang OpenAI Codex Hackathon Singapore sebagai salah satu contoh pemanfaatan agentic AI, yakni sistem AI yang mampu menjalankan serangkaian tugas secara semiotomatis untuk menyelesaikan suatu tujuan tertentu. Dalam konteks ini, AI dimanfaatkan untuk mempercepat proses pengumpulan dan analisis informasi yang sebelumnya harus dilakukan secara manual.
Meski demikian, efektivitas pendekatan tersebut dalam mendukung pemberantasan judi online tetap bergantung pada kolaborasi dengan regulator, lembaga keuangan, penyedia layanan telekomunikasi, dan aparat penegak hukum. Data yang dihasilkan AI pada akhirnya tetap memerlukan proses verifikasi dan tindak lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
