Pemerintah Kota Palangka Raya (Pemko Palangka Raya) masih menunggu kepastian besaran Bantuan Presiden (Banpres) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di sisi lain, kebutuhan jaringan listrik di kawasan konservasi orangutan Nyaru Menteng dan Arboretum mendapat tindak lanjut setelah dikoordinasikan dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, persoalan listrik tersebut menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke Palangka Raya. Menurutnya, PLN menargetkan jaringan listrik di kawasan tersebut dapat beroperasi paling lambat akhir Oktober 2026.
“Tadi sudah langsung berkoordinasi dengan pihak PLN. PLN mengatakan insya Allah paling lambat akhir bulan ini sudah jalan,” ujar Fairid, Selasa (13/10/2026).
Fairid menegaskan, pemenuhan fasilitas di kawasan konservasi juga berkaitan dengan perhatian terhadap keberlangsungan hidup satwa, khususnya orangutan.
“Menjadi bahan perhatian bahwa kita tidak hanya manusia saja yang diperhatikan, tetapi juga orangutan,” katanya.
Baca juga: Belum Terima Banpres, Pemko Palangka Raya Terus Upayakan Bantuan Karhutla
Selain kebutuhan fasilitas konservasi, Fairid menyampaikan bahwa usulan Banpres untuk penanganan karhutla turut disinggung dalam pertemuan dengan Menteri Kehutanan. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai nilai bantuan yang akan diterima.
“Tidak ada bocoran terkait nilainya. Nanti kita lihat,” ungkapnya.
Pemko Palangka Raya masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait bantuan tersebut, termasuk besaran dan peruntukannya. Fairid berharap koordinasi dengan pemerintah pusat dapat memberikan tindak lanjut terhadap kebutuhan penanganan karhutla di daerah.
Sementara itu, tindak lanjut dari PLN terkait jaringan listrik di Nyaru Menteng dan Arboretum diharapkan dapat memenuhi kebutuhan fasilitas pendukung di kawasan konservasi orangutan tersebut. (af)
*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
