Inflasi Palangka Raya 4,73 Persen, Anggota DPRD Khemal Nasery Minta Operasi Pasar Diperluas

H. M. Khemal Nasery mendorong operasi pasar hingga permukiman warga untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu UMKM menghadapi kenaikan harga bahan baku.
by Oktober 30, 2026
1 min read
h m khemal nasery anggota dprd kota palangka raya inflasi |
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, H. M. Khemal Nasery. M.Akmal.Firdaus/PERSPEKTIFSPACE.

Kenaikan harga kebutuhan pokok semakin membebani masyarakat Kota Palangka Raya. Di tengah pendapatan yang cenderung tetap, warga harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Anggota DPRD Kota Palangka Raya, H. M. Khemal Nasery, menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius pemerintah. Berdasarkan data yang disampaikannya, inflasi Palangka Raya mencapai 4,73 persen hingga September 2026.

“Antara kenaikan kebutuhan pokok dengan pendapatan masyarakat ini tidak berimbang. Dampaknya, daya beli masyarakat semakin menurun,” ujar Khemal, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, tekanan ekonomi tidak hanya dirasakan masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kenaikan harga bahan baku membuat biaya operasional meningkat, sedangkan kemampuan belanja masyarakat justru melemah.

Kondisi tersebut membuat pelaku usaha kesulitan menentukan harga jual. Jika harga dinaikkan, mereka berisiko kehilangan pembeli. Namun, jika harga dipertahankan, keuntungan yang diperoleh semakin tipis.

“Pelaku UMKM juga kesulitan. Harga modal naik, tetapi mereka tidak bisa sembarangan menaikkan harga jual karena daya beli masyarakat sedang rendah,” katanya.

Untuk mengurangi beban masyarakat, Khemal mendorong pemerintah memperbanyak operasi pasar dan penyaluran bantuan kebutuhan pokok. Menurutnya, program tersebut tidak seharusnya hanya terpusat di kawasan perdagangan, tetapi juga perlu menjangkau permukiman warga.

Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemko Palangka Raya memperkuat koordinasi agar bantuan dapat disalurkan secara merata, terutama ke wilayah yang jauh dari pusat kota.

“Pemerintah harus jemput bola. Operasi pasar bisa dilakukan di kampung-kampung dan kompleks permukiman agar masyarakat lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” tegasnya.

Khemal berharap langkah tersebut dibarengi perhatian terhadap keberlangsungan usaha kecil. Dengan begitu, upaya pengendalian inflasi tidak hanya membantu konsumen mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga mendukung pelaku UMKM agar tetap bertahan di tengah tekanan kenaikan biaya usaha. (af)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda, dengan ketentuan wajib mencantumkan atribusi kepada sumber asli dan tidak digunakan untuk tujuan komersial tanpa izin tambahan.

Latest from Same Tags

Go toTop

Baca Juga