Upaya memperkuat pemahaman politik generasi muda terus digalakkan. Melalui Sekolah Politik dan Pemilu Tahun 2025, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Kota Palangka Raya mendorong kader partai dan mahasiswa memahami nilai-nilai demokrasi secara substantif, bukan sekadar prosedural.
Kegiatan yang digelar di kantor Kesbangpol pada Selasa (11/11/2025) ini menghadirkan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Indah Tri Handayani, S.Sos., M.AP, sebagai narasumber. Dalam materinya bertajuk “Demokrasi dan Sistem Politik di Indonesia,” ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga demokrasi yang sehat dan berkeadilan.
“Melalui materi ini, kita memahami bagaimana demokrasi berjalan di negeri kita dan apa peran strategis generasi muda dalam menjaga serta memperkuat kehidupan politik yang sehat dan berkeadilan,” ujar Indah.
Menurutnya, demokrasi tidak hanya sebatas pemilu lima tahunan, tetapi juga mencakup komitmen terhadap keadilan, kesetaraan, partisipasi rakyat, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Keberhasilannya bergantung pada konsistensi masyarakat menjunjung prinsip dasar seperti kedaulatan rakyat, supremasi hukum, transparansi, dan toleransi terhadap perbedaan.
“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton demokrasi, tetapi ikut memastikan praktiknya tetap berlandaskan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan,” tegasnya.
Indah juga menjelaskan, sistem politik Indonesia dijalankan oleh tiga lembaga utama, eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Berfungsi menjaga keseimbangan kekuasaan dan menjamin tegaknya konstitusi. Partai politik dan pemilu, lanjutnya, menjadi sarana rakyat menyalurkan aspirasi serta menentukan arah kebijakan negara.
Ia menyoroti sejumlah tantangan demokrasi saat ini, seperti menurunnya kepercayaan publik, praktik politik uang, polarisasi politik, dan rendahnya partisipasi politik substansial generasi muda.
“Pemuda harus menjadi pemilih cerdas, agen perubahan, pengawas demokrasi, dan calon pemimpin masa depan yang berintegritas,” katanya.
Indah berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran politik dan tanggung jawab sosial generasi muda, agar tidak hanya berpartisipasi sebagai pemilih, tetapi juga menjadi penggerak politik yang sehat dan beretika.
“Mari menjadi generasi yang melek politik dan demokrasi, yang mampu berpikir kritis, menyampaikan aspirasi secara santun, serta menularkan nilai kejujuran, toleransi, dan persatuan di lingkungan masing-masing,” tutupnya. (yn)
*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
