Edukasi Read Aloud 2026, Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan Ajak Anak Membaca Tanpa Paksaan

Mengajak orang tua, guru, pelajar, mahasiswa, relawan literasi, serta pegiat TBM untuk memahami bahwa minat baca anak dapat tumbuh secara alami melalui pendekatan membaca nyaring.
by Januari 9, 2026
1 min read
Penggerak Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau, Nurul Iftiasanti saat menyampaikan materi dalam kegiatan Seri Edukasi Read Aloud 2026 di lantai dasar Masjid KH Ahmad Dahlan, kawasan Simpang Bundaran Belah Ikon Pulang Pisau, Jalan Lintas Kalimantan, Kamis (9/1/26). PERSPEKTIF SPACE/BONNI FEBRIAN

Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau menggelar Seri Edukasi Read Aloud 2026 dengan tema “Membaca Bukan Memaksa” di lantai dasar Masjid KH Ahmad Dahlan, kawasan Simpang Bundaran Belah Ikon Pulang Pisau, Jalan Lintas Kalimantan, Kamis (9/1/2026).

Melalui seri edukasi ini, Taman Pustaka mengajak orang tua, guru, pelajar, mahasiswa, relawan literasi, serta pegiat TBM untuk memahami bahwa minat baca anak dapat tumbuh secara alami melalui pendekatan membaca nyaring.

Ketua Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan, Bonni Febrianto, menegaskan bahwa metode read aloud menjadi salah satu cara efektif menjaga keberlanjutan literasi di tengah tantangan era digital.

“Melalui read aloud, anak tidak disuruh membaca, tetapi diajak merasakan pengalaman menyenangkan bersama buku, sehingga kecintaan terhadap literasi tumbuh dengan sendirinya,” ujar Bonni.

Ia menambahkan, pendekatan membaca nyaring ini akan terus dioptimalkan dalam pemanfaatan 1.000 buku bacaan bermutu bantuan Perpustakaan Nasional RI agar gerakan literasi di Pulang Pisau semakin berdampak.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Training of Trainers (ToT) Read Aloud yang diselenggarakan Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Kalimantan Tengah bersama Komunitas Read Aloud Kalteng.

Menghadirkan Nurul Iftiasanti selaku penggerak Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau, sebagai narasumber yang memaparkan konsep membaca nyaring (read aloud) sebagai pendekatan literasi yang ramah anak dan menyenangkan.

Melalui Seri Edukasi Read Aloud 2026, Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan berharap semakin banyak orang tua, guru, dan pegiat literasi yang menerapkan metode membaca nyaring dalam aktivitas sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun ruang komunitas.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat budaya literasi sejak usia dini, menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku secara alami, serta memperluas dampak gerakan literasi di Kabupaten Pulang Pisau. (Bon/Ahaf)

*Editor : Yoan Pramoga
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Baca Juga