Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berpotensi menyelimuti sebagian besar wilayah Kota Palangka Raya hingga 24 Oktober 2026. Meski cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan, hujan ringan berpeluang turun di sejumlah kawasan pada sore hingga malam hari.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra Mukti, mengatakan kondisi udara kabur akibat kabut asap masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah kota.
“Cuaca di Palangka Raya hari ini diperkirakan cerah berawan hingga berawan. Namun, udara kabur akibat kabut asap masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah kota, dengan peluang hujan ringan pada sore hingga malam hari di Rakumpit dan Bukit Batu,” kata Chandra, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan, kondisi udara kabur akibat kabut asap diperkirakan masih bertahan dalam sepekan ke depan. Hujan lokal masih berpeluang terjadi, tetapi dengan durasi singkat dan tidak merata di seluruh wilayah.
“Untuk periode besok hingga 24 Oktober, cuaca diperkirakan cerah berawan hingga berawan, dengan udara kabur akibat kabut asap di sebagian besar wilayah Palangka Raya. Hujan lokal berdurasi singkat berpotensi terjadi di wilayah utara kota,” jelasnya.
Pada 19–21 Oktober, potensi hujan lebat diprakirakan terjadi di Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, dan Barito Selatan. Sementara itu, pada 22–25 Oktober, tidak ada wilayah yang masuk kategori potensi hujan lebat.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi kabut asap yang masih berpotensi terjadi. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker medis apabila harus beraktivitas di luar.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. (af)
*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
