Kunjungan Menteri Mukhtarudin Dorong Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya Optimalkan Kemampuan Bahasa Asing Sejak Dini

Dengan program yang dimiliki, sekolah seperti ini tinggal diperkuat dari sisi bahasa. Itu tantangan kita bersama.
Menteri P2MI Mukhtarudin, didampingi Sekjen KP2MI Komjen Pol. Dwiyono dan Rektor UPR Prof. Dr. Salampak, berfoto bersama Founder Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya Qonita Tajuddin, M.Pd, beserta jajaran dewan guru pada kegiatan Job Fair 2025 di Universitas Palangka Raya, Jumat pagi (28/11/2025).

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan bahwa kemampuan bahasa asing merupakan kunci utama agar generasi muda mampu bersaing di pasar kerja global nantinya.

Saat mengunjungi stand Sekolah Sahabat Alam pada Job Fair 2025 di Universitas Palangka Raya, Jumat pagi (28/11/2025), ia menyampaikan bahwa tantangan terbesar dalam menyiapkan SDM kompetitif saat ini adalah penguasaan bahasa.

“Kendala kita bahasa. Kalau penguatan bahasa dilakukan sejak jenjang sekolah, kualitasnya tidak perlu diragukan,” tegasnya. 

Ia memuji program pendidikan yang dijalankan Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya sebagai langkah maju dalam membangun kompetensi dasar anak-anak sejak dini. 

“Dengan program yang dimiliki, sekolah seperti ini tinggal diperkuat dari sisi bahasa. Itu tantangan kita bersama”, ujar Mukhtarudin.

Salah satu Founder Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya, Qonita Tajuddin, M.Pd, merespons positif arahan tersebut. Ia menilai pesan Menteri P2MI menjadi tantangan sekaligus dorongan bagi sekolah untuk lebih memaksimalkan kemampuan bahasa asing para siswa sejak dini.

“Ini jadi tantangan menarik ya. Bahasa yang diajarkan di sekolah alam itu mulai dari kelas 5 sampai SMP ada bahasa Arab dan Inggris,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan bahasa asing juga harus dibarengi kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga pendidikan untuk memperkaya metode dan praktik pembelajaran. 

“Mungkin ini perlu kita perkuat dengan sinergi atau kolaborasi dengan lembaga-lembaga lain,” tambahnya.

Qonita lalu mengungkapkan bahwa Sekolah Sahabat Alam telah menjalin kerja sama pembelajaran bahasa Inggris dengan Global Learning Center (GLC). 

Bahkan, owner GLC sempat melakukan penelitian langsung di sekolah tersebut dalam rangka memperdalam model pembelajaran mereka.

“Mungkin itu nanti bisa diperkuat, untuk mempercepat penguasaan bahasa sebagaimana tantangan dari Pak Menteri tadi, bahwa anak-anak harus sudah diajarkan bahasa asing sejak dini,” jelasnya.

Selain fokus pada penguatan bahasa asing, Qonita menegaskan bahwa Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya sejak lama menerapkan metode project based learning sebagai pendekatan utama proses belajar. 

Melalui metode ini, siswa tidak hanya menerima teori, tetapi langsung mengaplikasikannya dalam bentuk proyek sesuai tema pembelajaran.

“Sebagai contoh, saat anak belajar tentang alat ungkit fisika, mereka langsung membuat proyek seperti gerobak,” katanya.

Ia berharap arahan dan kunjungan Menteri P2MI dapat semakin memperkuat komitmen sekolah yang berdiri sejak tahun 2010 tersebut dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya terampil, tetapi juga siap menghadapi persaingan global melalui penguasaan bahasa asing dan pembelajaran berbasis proyek. (Ahaf/yn)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Baca Juga