Pemerintah Kota Palangka Raya terus berupaya meningkatkan layanan alat penerangan jalan (APJ) guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus bertambah. Saat ini, jumlah lampu penerangan jalan yang tersedia masih jauh dari kebutuhan ideal, sehingga pemerintah mendorong percepatan pembangunan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Palangka Raya, Fauzi Rahman, mengatakan hingga saat ini Kota Palangka Raya baru memiliki sekitar 7.334 titik APJ, sedangkan kebutuhan ideal diperkirakan mencapai sekitar 18.200 titik.
Menurut Fauzi, keberadaan penerangan jalan memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan pengguna jalan, meningkatkan keamanan lingkungan, serta menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat pada malam hari.
“Pemerintah Kota Palangka Raya terus berinovasi untuk menghadirkan layanan penerangan jalan yang aman, nyaman, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya saat membuka Konsultasi Publik Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Alat Penerangan Jalan (APJ) di Luwansa Hotel Palangka Raya, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, selain jumlah APJ yang masih terbatas, sejumlah lampu penerangan jalan yang telah terpasang juga mengalami kerusakan atau belum berfungsi secara optimal. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur dasar kepada masyarakat.
Fauzi menyebut keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi salah satu kendala dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan penerangan jalan. Karena itu, pemerintah menyiapkan alternatif pembiayaan melalui skema KPBU agar pembangunan dapat dilakukan secara lebih cepat dan berkelanjutan.
“Keterbatasan APBD menjadi salah satu tantangan utama dalam pemenuhan kebutuhan APJ. Karena itu, pemerintah mendorong alternatif pembiayaan melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha,” katanya.
Melalui konsultasi publik tersebut, Pemko Palangka Raya menghimpun masukan dari instansi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari penyusunan rencana proyek KPBU APJ.
Fauzi berharap skema kerja sama tersebut mampu mempercepat pembangunan dan peningkatan layanan penerangan jalan di berbagai wilayah Kota Palangka Raya. Dengan tersedianya APJ yang lebih memadai, masyarakat diharapkan dapat merasakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi pada malam hari. (red/yn)
*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
