Penjelasan mengenai Belanja Kerja Sama Media Rp1,6 Miliar masih dalam DPA Kominfo Palangka Raya disampaikan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya menyusul munculnya perhatian publik terhadap nilai kerja sama media Pemerintah Kota Palangka Raya Tahun Anggaran 2026.
Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Palangka Raya, Andi Silalahi, S.STP, menegaskan nilai sekitar Rp1,6 miliar tersebut bukan merupakan anggaran baru maupun tambahan di luar Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), melainkan masih berada dalam pagu anggaran pada kode rekening Belanja Jasa Iklan/Reklame, Film, dan Pemotretan Tahun Anggaran 2026.
Baca juga: Diskominfo Palangka Raya Edukasi 250 Mahasiswa IAKN soal Keamanan Digital
Menurutnya, perubahan yang terjadi bukan pada besaran pagu anggaran, melainkan pada pelaksanaan kerja sama media yang mengalami penambahan dan diproses melalui mekanisme e-katalog.
“Yang berubah adalah data pelaksanaan kerja sama media yang kemudian bertambah dan diproses melalui e-katalog,” ujarnya.
Andi menjelaskan angka sekitar Rp1,2 miliar yang sebelumnya disampaikan merupakan data awal yang tersedia ketika klarifikasi pertama diberikan kepada awak media.
Seiring berjalannya pelaksanaan kegiatan, terdapat penambahan sejumlah kerja sama media melalui e-katalog sehingga total nilai yang diproses menjadi sekitar Rp1,6 miliar.
“Angka Rp1,2 miliar itu merupakan data awal yang saat itu tersedia. Dalam proses pelaksanaan kegiatan, kemudian terdapat penambahan beberapa kerja sama media melalui e-katalog, sehingga nilai yang diproses menjadi sekitar Rp1,6 miliar,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembaruan data tersebut belum sempat disampaikan secara rinci kepada Wali Kota Palangka Raya ketika memberikan klarifikasi kepada media. Karena itu, perbedaan angka yang muncul terjadi akibat perkembangan data teknis pelaksanaan kegiatan, bukan karena adanya informasi yang ditutup-tutupi.
Diskominfo menjelaskan kerja sama media merupakan bagian dari strategi komunikasi publik pemerintah daerah untuk menyebarluaskan informasi pembangunan, pelayanan publik, kebijakan pemerintah, agenda daerah, serta berbagai program prioritas kepada masyarakat.
Menurut Andi, pemerintah memiliki kewajiban memastikan informasi mengenai pembangunan dan pelayanan publik dapat diakses masyarakat secara luas melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media massa.
“Kerja sama media bukan semata-mata publikasi seremonial. Ini bagian dari kewajiban pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan, layanan publik, program prioritas, dan kebijakan daerah kepada masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai gambaran proporsi penggunaan anggaran, total Belanja Daerah Kota Palangka Raya Tahun Anggaran 2026 tercatat sekitar Rp1,208 triliun. Sementara itu, nilai kerja sama media yang diproses melalui e-katalog berada pada kisaran Rp1,6 miliar atau sekitar 0,14 persen dari total belanja daerah.
Persentase tersebut, menurut Diskominfo, menunjukkan bahwa belanja kerja sama media bukan merupakan fokus utama penggunaan APBD, melainkan salah satu instrumen pendukung komunikasi publik agar informasi pembangunan dan pelayanan pemerintah dapat tersampaikan kepada masyarakat secara lebih luas.
“Kalau dilihat secara proporsional terhadap total Belanja Daerah, angkanya hanya sekitar 0,14 persen. Artinya, fokus utama APBD Pemerintah Kota Palangka Raya tetap diarahkan untuk pembangunan kota, pelayanan dasar, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” jelas Andi.
Diskominfo Kota Palangka Raya juga menyatakan menghormati perhatian, kritik, dan pertanyaan masyarakat terhadap penggunaan anggaran publik sebagai bagian dari kontrol sosial dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Karena itu, masyarakat diharapkan dapat melihat setiap informasi anggaran sesuai konteks dan tahapan pelaksanaannya sehingga informasi yang berkembang dapat dipahami secara utuh dan proporsional. (red/yn)
*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
