BPBD Palangka Raya Lakukan Asesmen Pascalongsor Bantaran Sungai Kahayan di Pahandut

Dua bangunan di Gang Sepakat rusak akibat longsor tebing sungai, BPBD minta masyarakat segera melapor jika menemukan tanda-tanda pengikisan tanah.
by Juli 1, 2026
1 min read
Pascalongsor Bantaran Sungai Kahayan |
Analis Kebencanaan BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet, saat Asesmen Pascalongsor Bantaran Sungai Kahayan di Pahandut, Rabu (1/7/2026). MC Palangka Raya

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Kahayan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ablasi atau pengikisan tebing sungai. Imbauan tersebut disampaikan setelah terjadinya longsor di kawasan Jalan A. Yani, Gang Sepakat, Kecamatan Pahandut, Rabu (1/7/2026).

Peristiwa tersebut mengakibatkan dua bangunan di tepi sungai mengalami kerusakan akibat amblasnya tanah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, tim BPBD Kota Palangka Raya langsung melakukan asesmen, pendataan, sekaligus memetakan tingkat kerawanan di lokasi terdampak sebagai dasar penanganan lebih lanjut.

Analis Kebencanaan BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan kawasan tersebut memang termasuk wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap ablasi. Berdasarkan pemantauan sementara, terjadi penyusutan tanah sekitar delapan meter dari bibir Sungai Kahayan dengan panjang area terdampak sekitar 20 meter.

“Lokasi ini memang sudah beberapa kali mengalami ablasi. Berdasarkan hasil pemantauan, kali ini terjadi penyusutan tanah sekitar delapan meter dari bibir sungai dengan panjang area terdampak kurang lebih 20 meter,” ujarnya.

Menurut Balap, perubahan debit air Sungai Kahayan saat pasang dan surut menjadi salah satu faktor yang mempercepat proses pengikisan tanah di kawasan bantaran sungai. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah titik rawan memerlukan pemantauan secara berkala.

“Kami terus melakukan pemantauan pada kawasan-kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Masyarakat juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melihat adanya retakan tanah atau perubahan kondisi di sekitar bantaran sungai,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah telah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai potensi bahaya ablasi, termasuk mengusulkan relokasi bagi warga yang bermukim di kawasan rawan. Namun, proses tersebut masih menunggu kesiapan lokasi dan tahapan perencanaan lebih lanjut.

“Relokasi telah diusulkan sebagai salah satu solusi jangka panjang. Sementara itu, masyarakat diharapkan memahami langkah-langkah evakuasi dan segera menghindari lokasi apabila muncul tanda-tanda ablasi,” jelasnya.

Balap juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan indikasi awal terjadinya ablasi, seperti munculnya retakan tanah, pergeseran permukaan, atau longsoran kecil di tepi sungai sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Jika menemukan tanda-tanda ablasi, segera laporkan kepada aparat setempat atau BPBD agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” tegasnya.

Hasil asesmen lapangan selanjutnya akan disampaikan kepada pemerintah daerah dan perangkat daerah terkait sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan serta penataan kawasan rawan ablasi di sepanjang bantaran Sungai Kahayan. (red/yn)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Go toTop

Baca Juga