Personel Satgas Aman Nusa Terus Berjibaku Padamkan Karhutla

Personel bekerja dari pagi hingga malam dengan waktu istirahat terbatas untuk mencegah kebakaran meluas selama musim kemarau.
by Juli 31, 2026
1 min read
satgas aman nusa |
Personel Satgas Aman Nusa Polda Kalimantan Tengah memanfaatkan waktu istirahat makan siang di bawah pohon usai berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka tetap bersiaga untuk melanjutkan proses pendinginan di lokasi kebakaran agar api tidak kembali menyala. (Foto: Humas Polda Kalteng)

Personel Satgas Aman Nusa Polda Kalimantan Tengah terus berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah. Mereka harus bekerja di bawah terik matahari, menembus kepulan asap, hingga menghadapi karakter lahan gambut yang membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan tantangan di lapangan tidak hanya berasal dari cuaca panas, tetapi juga kondisi lahan gambut yang menyimpan bara api di bawah permukaan. Akibatnya, lokasi yang terlihat padam masih harus berkali-kali didinginkan agar api tidak kembali muncul.

“Meski menghadapi tantangan berat, seluruh personel tetap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi. Mereka bekerja demi melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan dari dampak kebakaran hutan dan lahan,” ujar Budi Rachmat di Palangka Raya, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, padatnya operasi pemadaman membuat waktu istirahat personel sangat terbatas. Di sela-sela bertugas, mereka hanya berhenti sejenak untuk makan sebelum kembali menyisir titik-titik yang masih berpotensi terbakar.

Selain memadamkan api, Satgas Aman Nusa bersama BPBD, Manggala Agni, TNI, dan unsur terkait lainnya juga terus melakukan pendinginan di kawasan rawan. Langkah tersebut dilakukan secara terpadu untuk mencegah api meluas dan mempercepat pengendalian karhutla selama musim kemarau.

Menurut Budi, tugas personel bukan hanya menghentikan kobaran api, tetapi juga meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan aktivitas warga.

Karena itu, Polda Kalimantan Tengah kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting agar kebakaran dapat ditangani sejak dini sebelum meluas. (red/yn)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Go toTop

Baca Juga