Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan cara masyarakat memperoleh informasi. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya terus mengembangkan layanan perpustakaan agar lebih adaptif melalui digitalisasi, penguatan budaya baca, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan kreatif berbasis literasi.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Lomba Video Konten Literasi yang melibatkan masyarakat untuk memperkenalkan wajah baru perpustakaan melalui media digital. Kompetisi tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas kampanye literasi kepada generasi muda yang kini lebih akrab dengan konten visual.
Baca juga: 50 Kreator Lolos Seleksi Awal Lomba Video Konten Literasi Kota Palangka Raya
Wali Kota Palangka Raya melalui Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip), Rosyana, mengatakan transformasi perpustakaan harus diikuti perubahan cara membangun minat baca masyarakat.
“Perpustakaan hari ini bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku, tetapi telah berkembang menjadi ruang kolaborasi, pusat inovasi, ruang kreativitas, sekaligus tempat bertumbuhnya ide-ide besar yang akan membawa kemajuan daerah,” ujarnya.
Baca juga: Dispursip Palangka Raya Asah Literasi Pelajar Lewat Lomba Resensi Buku
Menurut Rosyana, pemerintah tidak hanya memperkuat koleksi buku, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan melalui digitalisasi, pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial, peningkatan kompetensi pustakawan, hingga penyediaan ruang baca yang lebih nyaman dan mudah diakses masyarakat.
Literasi, lanjutnya, tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis. Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat juga dituntut mampu menyaring informasi, berpikir kritis, serta memanfaatkan pengetahuan untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat.
“Ketika budaya membaca tumbuh, maka akan lahir generasi yang berpikir kritis, berkarakter, serta mampu menciptakan berbagai inovasi bagi kemajuan Kota Palangka Raya,” katanya.
Karena itu, pembangunan budaya membaca tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun perpustakaan. Dunia pendidikan, keluarga, komunitas, hingga masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini.
Rosyana menilai pemanfaatan media digital menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk memperkenalkan perpustakaan kepada masyarakat luas. Melalui konten kreatif, pesan literasi dapat menjangkau lebih banyak kalangan, terutama generasi muda.
“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah gerakan bersama untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, kreatif, inovatif, dan berdaya saing,” tegasnya. (red/yn)
*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
