Palangka Raya – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, melakukan kunjungan kerja resmi pertamanya ke Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (27/11/2025).
Agenda hari pertama, selain meninjau kelas internasional Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Menteri Mukhtarudin juga memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa, yang turut diikuti mahasiswa STIKes Eka Harap di Gedung Auditorium Poltekkes Jalan G. Obos No. 30 Kota Palangka Raya.
Mukhtarudin menyampaikan bahwa Kementerian P2MI kini telah bertransformasi menjadi kementerian penuh yang menangani seluruh siklus pekerja migran Indonesia.
Transformasi ini, kata dia, merupakan mandat Peraturan Presiden Nomor 139 Tahun 2024 tentang Penataan Tugas dan Fungsi Kementerian Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024-2029. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk membuka lapangan pekerjaan dalam dan luar negeri.
“Kita sedang mengaktualisasikan program kementerian untuk memajukan generasi muda Kalimantan Tengah. Transformasi kelembagaan ini adalah ide besar Pak Prabowo dalam Asta Cita, khususnya menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Mukhtarudin.
Baca juga : Kunjungi Kelas Internasional Poltekkes Palangka Raya, Menteri Mukhtarudin Berikan Motivasi
Ia memaparkan data terkini bahwa peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri masih sangat besar. Dari 351.407 lowongan yang tersedia di berbagai negara mitra, baru 19 persen atau 66.877 posisi yang terisi.
“Artinya, kita masih membutuhkan sekitar 280 ribu orang, terutama anak-anak muda yang siap bekerja di luar negeri,” jelasnya.
Mukhtarudin juga mengingatkan bahwa Indonesia akan memasuki puncak demografi pada 2035.
Jika tidak disiapkan dengan baik, kelebihan usia produktif dapat berubah menjadi bencana demografi.
“Jika tidak dipersiapkan, ini akan menjadi bencana demografi. Generasi sukses itu harus punya ilmu, skill, mental, dan integritas,” tegasnya.
Dalam arahannya, ia menilai mahasiswa Poltekkes Palangka Raya dan STIKes Eka Harap menjadi salah satu kelompok yang paling siap mengisi kebutuhan tenaga kesehatan global, terutama sektor keperawatan.
Menurutnya, kebutuhan tenaga kesehatan dunia saat ini sangat besar dan kompetensi mahasiswa dua kampus ini berada di jalur yang tepat.
“Kebutuhan tenaga kesehatan dunia sangat besar, dan mahasiswa Poltekkes dan STIKes punya kompetensi ke arah itu. Ini harus bisa kita maksimalkan,” katanya.
Kementerian P2MI, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai program peningkatan kapasitas, seperti Migran Center, Kelas Migran, Program Peningkatan Kapasitas PMI, Sekolah Vokasi Migran, hingga lembaga vokasi di banyak daerah.
Pemerintah juga menargetkan menyiapkan 500.000 tenaga kerja untuk sektor strategis seperti caregiver, welder, hospitality, nurse, hingga pengemudi truk.
Mukhtarudin berharap mahasiswa dan generasi muda Kalimantan Tengah mampu memanfaatkan peluang global ini dan selalu mengikuti prosedur penempatan resmi agar pelindungan tetap terjamin.
“Kesempatan besar ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin, dan tetap dijalankan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu Direktur Poltekkes, Mars Khendra Kusfriyadi, mengungkapkan bahwa institusinya memiliki lebih dari 2.000 mahasiswa, di mana 98 persen adalah putra-putri asli Kalimantan Tengah.
“Kami berharap lulusan kami tidak hanya bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing dan bekerja di luar negeri dengan gaji dan pelindungan yang layak,” ujar Mars Khendra.
Kunjungan Menteri Mukhtarudin juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian P2MI, Pemprov Kalimantan Tengah, Pemkot Palangka Raya, dan Poltekkes Kemenkes Palangka Raya. MoU tersebut menjadi langkah awal transformasi ketenagakerjaan di Bumi Tambun Bungai, selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. (Ahaf/yn)
*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
